Pada hari Senin, 15 Agustus 2022, SMP Negeri 2 Wonogiri menyelenggarakan berbagai perlombaan untuk memperingati HUT ke-77 RI. Lomba dilaksanakan setelah pelaksanaan upacara hari Pramuka.
Panitia mengadakan berbagai lomba seperti makan kerupuk, estafet sarung, estafet bola pingpong, dan nyunggi tampah. Kegiatan diselenggarakan oleh pengurus OSIS dan DRK yang diketuai oleh Wanda Esthi Nur Rohimah. Kegiatan ini dimulai pukul 08.00 s.d.13.00 WIB.
Lomba joget balon diikuti perwakilan masing masing kelas dengan mengirimkan 4 siswa, 2 siswa putra 2 siswa putri. Tujuan lomba ini adalah untuk menjaga kekompakan setiap pasangan dan melatih konsentrasi.
Suasana menjadi heboh ketika lomba joget balon dimulai. Jogetan peserta dengan iringan musik Dhangdhut membuat penonton dan juri tertawa. Perwakilan kelas 7D mendapatkan nilai paling tinggi. Penilaian tidak hanya berdasarkan jatuhnya balon, ketepatan gerakan dengan lagu juga sangat berpengaruh. Peserta harus menahan agar balon tidak jatuh selama lima menit dan berjoget mengikuti musik yang dimainkan. Ketika lagu berhenti, peserta diharuskan untuk ikut berhenti berjoget.
Sebelum lomba makan kerupuk dimulai, panitia mengukur tinggi para peserta. Aturan mainnya, tangan tidak boleh menyentuh kerupuk. Lomba ini diikuti oleh satu siswa putra dan satu siswa putri dari perwakilan setiap kelas.
Lomba yang ketiga yaitu estafet sarung. Setiap kelas mengirimkan lima siswa laki laki untuk perwakilan. Peserta saling bergandengan tangan. Untuk teknisnya, juri memberikan kebebasan kepada peserta yang penting sarung tetap melekat di badan mereka dan tidak jatuh.
“Harusnya tadi kami memilih teman yang tingginya hampir sama agar tidak susah waktu memasukkan sarung ke kepalanya,” ujar salah satu peserta yang belum berhasil menang dikarenakan kesulitan saat mengalungkan sarung kepada temannya. Ternyata lomba ini sangat memerlukan kekompakan dan strategi antartim agar bisa melakukan dengan cepat dan tepat.
Setelah estafet sarung, lomba dilanjutkan dengan estafet bola pingpong. Panitia memasangkan gelas yang sudah diberi tali plastik di atas kepala peserta, kemudian peserta menundukan kepala agar bola dapat jatuh ke gelas teman yang lain, begitu juga sampai ke peserta terakhir. Peraturannya, jika bola jatuh sekali masih ditoleransi. Namun, jika jatuh dua kali, didiskualifikasi. Estafet bola pingpong terdiri dari 4 anak putra dan 4 anak putri mewakili setiap kelas.

Atha, salah satu peserta lomba tersebut mengatakan bahwa lomba ini merupakan lomba paling sulit daripada lomba yang lain. Hal tersebut memang benar karena perlu kesabaran yang tinggi, strategi, dan kekompakan.Lomba terakhir adalah nyunggi tampah. Peserta terdiri atas satu siswa putra dan satu siswa putri perwakilan setiap kelas. Mereka berjalan menuju sesuai lintasan menuju finish. Jika tampah jatuh, peserta sudah dianggap gugur.
Sebagai penutup acara, diadakan tukar-menukar kado berisi makanan ringan di kelas masing-masing dengan dipandu dari pengurus OSIS dan DPRK Pramuka.

Seru sekali. Semoga tahun ini juga seseru tahun sebalumnya.