Wonogiri, 28 Agustus 2026 — Kesadaran akan pentingnya menjaga bumi perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Semangat inilah yang mewarnai Pembelajaran Kokurikuler Lintas Mapel Tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” Blok 1 yang diikuti siswa kelas IX SMP Negeri 2 Wonogiri pada 26 s.d. 28 Agustus 2026.
Selama tiga hari, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai persoalan lingkungan, tetapi juga diajak menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui kegiatan yang kreatif dan kontekstual. Berbagai aktivitas dirancang agar siswa dapat melihat secara langsung keterkaitan antara pengetahuan yang dipelajari dengan kehidupan sehari-hari.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi “Gaya Hidup Berkelanjutan” pada Rabu (26/8/2026) di aula SMP Negeri 2 Wonogiri. Kegiatan tersebut menghadirkan Antonius Kartolo, guru IPA SMP Negeri 2 Wonogiri, sebagai narasumber.
Melalui sosialisasi tersebut, siswa diajak memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara pemenuhan kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan. Mereka juga didorong untuk mulai menerapkan gaya hidup berkelanjutan melalui tindakan sederhana yang dapat dilakukan di sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa menjaga lingkungan bukanlah sesuatu yang sulit. Kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan dampak positif apabila dilakukan bersama-sama.

Setelah mendapatkan pembekalan, siswa kemudian menerapkan pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan praktik pada Kamis (27/8/2026). Salah satu kegiatan yang menarik adalah pembuatan raised bed dengan memanfaatkan botol bekas.
Kegiatan diawali dengan mengumpulkan botol-botol bekas. Botol kemudian diisi dengan tanah dan pasir, dicat, dan selanjutnya dipasang sebagai bagian dari raised bed. Kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bagaimana limbah plastik dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Tidak hanya memanfaatkan botol bekas, para siswa juga mengolah lahan yang kurang produktif di lingkungan sekolah. Lahan digemburkan dan diberi pupuk hingga berubah menjadi taman yang lebih tertata dan estetik serta siap dimanfaatkan untuk kegiatan penghijauan dan penanaman.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sampah dan barang bekas tidak selalu berakhir sebagai sesuatu yang tidak berguna. Dengan kreativitas dan kepedulian, limbah dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.






Semangat peduli lingkungan berlanjut pada Jumat (28/8/2026) melalui kegiatan kampanye lingkungan menggunakan poster. Para siswa menuangkan kreativitas mereka dalam membuat berbagai pesan persuasif tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Poster menjadi media bagi siswa untuk menyampaikan gagasan sekaligus mengajak orang lain melakukan tindakan nyata yang ramah lingkungan. Kampanye tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap berbagai persoalan lingkungan, membentuk perilaku peduli lingkungan, serta mendorong munculnya aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Tim Adiwiyata SMP Negeri 2 Wonogiri, Wiyadi, mengatakan bahwa pemilihan tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” merupakan bentuk dukungan sekolah dalam mewujudkan SMP Negeri 2 Wonogiri menuju Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional.
Menurut Wiyadi, tema tersebut memiliki keterkaitan erat dengan upaya membangun kesadaran lingkungan yang menjadi salah satu pilar penting dalam penilaian Adiwiyata. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana untuk melatih kreativitas siswa dalam mengolah limbah dan mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga belajar mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pembelajaran tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diharapkan tumbuh menjadi sikap dan perilaku nyata yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, kebiasaan peduli lingkungan dapat mereka terapkan secara konsisten,” kata Wiyadi.
Seluruh rangkaian kegiatan diikuti siswa dengan antusias. Mereka tetap ceria dan bersemangat meskipun sebagian kegiatan dilaksanakan di bawah terik matahari.
Antusiasme siswa menunjukkan bahwa pembelajaran tentang lingkungan dapat dikemas secara menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman langsung. Dengan terlibat dalam proses, siswa tidak hanya memahami konsep gaya hidup berkelanjutan, tetapi juga belajar bekerja sama, berkreasi, bertanggung jawab, dan peduli terhadap lingkungan.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti. Beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan Pembelajaran Kokurikuler Lintas Mapel Tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” Blok 1 sangat memuaskan karena kegiatan tersebut memberikan pengalaman bermakna bagi peserta didik. Siswa tidak hanya mempelajari konsep gaya hidup berkelanjutan secara teori, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung melalui berbagai kegiatan.
Melalui kokurikuler lintas mapel, SMP Negeri 2 Wonogiri terus berupaya menanamkan kesadaran kepada peserta didik bahwa menjaga bumi merupakan tanggung jawab bersama. Perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana, dilakukan secara konsisten, dan dibangun menjadi kebiasaan bersama.
Pada akhirnya, gaya hidup berkelanjutan bukan sekadar tema pembelajaran. Ia merupakan kebiasaan baik yang perlu tumbuh dari sekolah, diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dan dibawa oleh setiap peserta didik menjadi bagian dari kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.