Wonogiri, 21 September 2026 — Dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mendukung peningkatan mutu rapor satuan pendidikan, SMP Negeri 2 Wonogiri melaksanakan In House Training (IHT) bertema “Penguatan Literasi dan Numerasi Guru Terintegrasi Pembelajaran Berbasis Digital”. Kegiatan yang dilaksanakan di ruang perpustakaan SMP Negeri 2 Wonogiri tersebut diikuti oleh seluruh guru.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti. Dalam sambutannya, Utami menyampaikan bahwa IHT merupakan salah satu bentuk pengembangan kompetensi guru yang diarahkan untuk memperkuat kemampuan literasi dan numerasi sebagai modal utama dalam memberikan pembelajaran yang berkualitas kepada peserta didik.
Menurut Utami, penguatan literasi dan numerasi tidak berhenti pada peningkatan kompetensi guru, tetapi perlu diimplementasikan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Literasi dan numerasi juga perlu diintegrasikan dengan digitalisasi pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik dan perkembangan pendidikan saat ini.
“Digitalisasi pembelajaran merupakan rangkaian kegiatan yang diamanahkan BOSKIN untuk kegiatan bimtek, implementasi pengimbasan, maupun IHT. Rohnya adalah bagaimana pengelolaan mutu sekolah melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI),” jelas Utami.
Ia menegaskan bahwa mutu sekolah pada akhirnya dapat dilihat dari bagaimana proses pembelajaran diimplementasikan. Oleh karena itu, peserta didik harus menjadi fokus utama dalam setiap upaya peningkatan mutu.
“Fokusnya adalah murid. Kita akan menjadikan murid sebagai dasar untuk mengantarkan mereka mencapai mutu sekolah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Utami menekankan pentingnya pemahaman guru terhadap konsep dan strategi literasi serta numerasi yang dapat diterapkan dalam berbagai bentuk kegiatan pembelajaran, baik intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler. Pengintegrasian teknologi, termasuk pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID), juga menjadi bagian penting dalam mengomunikasikan tujuan dan capaian pembelajaran.
Utami juga mengingatkan bahwa peningkatan rapor satuan pendidikan bukan hanya menjadi tanggung jawab sekolah secara kelembagaan, tetapi membutuhkan komitmen bersama seluruh warga sekolah, terutama guru sebagai pelaksana utama proses pembelajaran.
“Dengan adanya kegiatan IHT ini, diharapkan para guru dapat memperkuat strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan pendidikan saat ini,” tambahnya.

Memperkuat Kompetensi Literasi dan Numerasi Guru
Kegiatan inti IHT menghadirkan Utami Padri Astuti, Sri Nurhasanti, Soleh Atmojo Putro, Rina Novi Wulandari, dan Sunardi sebagai narasumber. Berbagai materi disampaikan untuk memperkuat pemahaman dan keterampilan guru dalam mengembangkan pembelajaran berbasis literasi dan numerasi.
Dalam salah satu sesi, Utami Padri Astuti menjelaskan berbagai aspek penting dalam literasi dan numerasi. Pada aspek literasi, guru diajak memahami kemampuan dalam mengolah dan memahami berbagai informasi, baik yang terdapat dalam teks informasi maupun teks fiksi.
Sementara itu, pada aspek numerasi, pembahasan mencakup berbagai konsep seperti bilangan, geometri, data dan ketidakpastian, serta aljabar.
Para guru juga diajak memahami bahwa literasi dan numerasi tidak sebatas kemampuan membaca, menulis, dan berhitung. Lebih dari itu, keduanya berkaitan erat dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi, seperti menganalisis informasi, mengevaluasi, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tersedia.
Pembelajaran Interaktif dan Berorientasi Produk
Penyampaian materi dalam kegiatan IHT berlangsung secara interaktif. Narasumber tidak hanya memberikan paparan teori, tetapi juga melibatkan peserta melalui pertanyaan pemantik, diskusi, dan sesi tanya jawab.
IHT juga diarahkan pada peningkatan kompetensi guru dalam menulis, merancang pembelajaran, dan menyusun asesmen. Salah satu tujuan yang ingin dicapai adalah menghasilkan karya literasi guru yang dapat menjadi bukti nyata implementasi pembelajaran.
Produk yang diharapkan dari kegiatan ini antara lain berupa karya literasi dalam bentuk artikel inovatif maupun laporan pengalaman pembelajaran terbaik yang telah dilaksanakan guru, baik dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, maupun ekstrakurikuler.
Selain karya literasi, setiap guru juga diharapkan mampu menghasilkan bank soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) sesuai dengan mata pelajaran masing-masing. Produk-produk tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hasil kegiatan IHT, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen di sekolah.
Komitmen Bersama Meningkatkan Mutu Sekolah
Pelaksanaan IHT Penguatan Literasi dan Numerasi menjadi salah satu bentuk komitmen SMP Negeri 2 Wonogiri dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan. Penguatan kompetensi guru diharapkan berdampak langsung pada peningkatan kualitas proses pembelajaran di kelas.
Melalui pembelajaran yang semakin terencana, kontekstual, berbasis literasi dan numerasi, serta didukung pemanfaatan teknologi digital, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Pada akhirnya, peningkatan kompetensi guru bukan hanya menjadi tujuan kegiatan IHT, tetapi menjadi bagian dari proses berkelanjutan dalam membangun budaya mutu di sekolah. Dengan kolaborasi dan komitmen seluruh warga sekolah, SMP Negeri 2 Wonogiri terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik serta mendukung peningkatan capaian rapor satuan pendidikan.



