Sel. Okt 27th, 2026

Wonogiri, 22 Oktober 2026 — SMP Negeri 2 Wonogiri kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Lomba Karawitan Tingkat Pelajar SMP/MTs se-Kabupaten Wonogiri Tahun 2026, yang digelar di Pendapa Kabupaten Wonogiri, Kamis (22/10/2026).  Tim karawitan SMP Negeri 2 Wonogiri berhasil meraih Juara 2. Pencapaian ini semakin istimewa dengan diraihnya penghargaan Kategori Pengendang Terbaik oleh Nareswara Praba.

Lomba karawitan pelajar ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Wonogiri dalam menjaga kelestarian seni tradisional di tengah perkembangan zaman dan semakin beragamnya hiburan modern. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang unjuk kemampuan dalam memainkan gamelan, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni karawitan. Kompetisi berlangsung meriah dengan diikuti oleh 25 SMP yang turut menampilkan kemampuan terbaik dalam seni karawitan.

Di bawah bimbingan Sigit Mursito, Kustini, dan Mugiono, tim karawitan SMP Negeri 2 Wonogiri tampil memukau di hadapan dewan juri dan penonton yang hadir. Pada kategori gending wajib, tim karawitan SMP Negeri 2 Wonogiri membawakan Ladrang Pakumpulan Laras Slendro Pathet Sanga, serta  Lancaran Kliling Kutha Laras Pelog Pathet Barang untuk gending pilihan.

Perpaduan kekompakan, penguasaan teknik, serta penghayatan terhadap gending yang dibawakan mengantarkan tim karawitan SMP Negeri 2 Wonogiri meraih posisi Juara 2. Prestasi tersebut semakin lengkap dengan diraihnya penghargaan Pengendang Terbaik oleh Nareswara Praba, yang menunjukkan kualitas dan kemampuan individu siswa dalam menguasai salah satu instrumen penting dalam sajian karawitan.

Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas capaian yang diraih oleh para siswa. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, latihan, serta kolaborasi yang baik antara siswa dan para pembimbing.

“SMP Negeri 2 Wonogiri senantiasa memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan yang mampu membentuk karakter siswa, salah satunya melalui ekstrakurikuler karawitan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa melalui kegiatan ekstrakurikuler karawitan, sekolah berkomitmen untuk mengenalkan budaya daerah sekaligus memberikan ruang bagi peserta didik untuk belajar, berekspresi, dan mengembangkan bakat di bidang seni tradisional.

Lebih lanjut, Utami menyampaikan bahwa pelestarian budaya lokal perlu terus diperkuat melalui penanaman nilai-nilai budaya kepada generasi muda. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan zaman dan pengaruh globalisasi, kecintaan terhadap warisan budaya bangsa harus tetap tumbuh dalam diri peserta didik.

Keberhasilan SMP Negeri 2 Wonogiri dalam ajang ini menjadi bukti bahwa seni tradisional tetap memiliki tempat istimewa di kalangan generasi muda. Melalui latihan yang terarah, pendampingan guru, serta dukungan sekolah, seni karawitan dapat menjadi media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus sarana untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, ketekunan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Keikutsertaan SMP Negeri 2 Wonogiri dalam lomba ini, bukan semata-mata untuk mengejar prestasi. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik, melestarikan warisan budaya daerah, serta mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.    Prestasi  yang diraih menjadi motivasi bagi keluarga besar SMP Negeri 2 Wonogiri untuk terus berkarya, berprestasi, dan menjaga keberlangsungan seni karawitan sebagai warisan budaya bangsa yang patut dibanggakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *