Sab. Okt 3rd, 2026

SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-94. (Jumat, 28/10/2022). Peringatan  mengambil tema “Bersama Bangun Bangsa”. Diikuti seluruh guru, Tenaga Administrasi Sekolah, dan siswa SMP Negeri 2 Wonogiri, rangkaian  upacara  berlangsung dengan khidmad. Diawali dengan  pengibaran Sang Merah Putih, mengheningkan cipta,  pembacaan Pembukaan UUD 1945, dan dilanjutkan dengan  pembacaan  Teks Keputusan Kongres Pemuda Indonesia tahun 1928 oleh Wiyadi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras SMP Negeri 2 Wonogiri. Setelah itu, peserta upacara  menyanyikan lagu “Satu Nusa Satu Bangsa”.

Pembina Upacara, Utami Padri Astuti, membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga Republik Indonesia, Zainudin Amali.  Dalam sambutannya, Zainudin Amali menyampaikan bahwa peringatan hari Sumpah Pemuda adalah upaya kita menghadirkan sejarah masa lalu untuk direnungkan, dipelajari, ditemukan kristalisasi pembelajaran kebaikan untuk dijadikan teladan dan inspirasi penggerak langkah menuju visi bangsa yang besar. Sumpah Pemuda 28 Oktober1928 memberikan pelajaran kepada kita bagaimana menyikapi perbedaan sikap primordial, suku, agama, ras dan kultur, serta berbagai kepentingan menjadi kekuatan, bukan faktor yang melemahkan.  Hari Sumpah Pemuda selalu memiliki arti penting karena ancaman-ancaman terhadap kesatuan Indonesia selalu ada bersamaan dengan cita-cita mewujudkan kejayaan Indonesia. Tema “Bersatu Bangun Bangsa” memberikan pesan mendalam bahwa bersatu padu  adalah harga mati yang harus dikuatkan untuk membangun ketangguhan, dengan ketangguhan dan persatuan menjadi kekuatan untuk membangun peradaban yang unggul sebagai eksistensi bangsa Indonesia.  Pemuda bukan hanya menjadi pelaku penting membangun ketangguhan bangsa dalam mewujudkan visi Indonesia emas 2045, tetapi juga menjadi tulang punggung untuk kejayaan bangsa sepanjang masa. Melihat kondisi pemuda saat ini, ada optimisme yang penuh harapan. Hal ini menjadi modal untuk membangun keunggulan Indonesia di masa yang akan datang. Meski, pemuda Indonesia masih menghadapi ancaman pengangguran, dan tindakan keterpurukan dalam bentuk tindakan destruktif yang tidak menguntungkan. Untuk itu,  Zainudin Amali mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghimpun kekuatan, dan semangat untuk bergerak, mendorong pemuda Indonesia untuk mengembangkan berbagai potensi yang ada demi kejayaan sepanjang masa.  Kerja-kerja kolaboratif antarpihak perlu dikembangkan karena upaya pembangunan pemuda tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri atau parsial, pembangunan kepemudaan membutuhkan orkestrasi yang sinkron dan harmoni.

Menggarisbawahi sambutan Menteri Pemuda dan Olah Raga, Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri itu mengingatkan para siswa tentang pentingnya  evaluasi dan memperbaiki diri sendiri. Tindakan yang dapat melemahkan sikap positif, seperti melanggar disiplin dan tata tertib, harus dihindari. Selain itu, Utami berpesan agar siswa tidak melakukan bullying karena dapat melemahkan persatuan.

“Jadilah pemuda yang tangguh, bukan pemuda yang lemah. Jangan  mengikuti arus yang dapat melemahkan mental.  Sebagai generasi muda, kita harus tangguh, kreatif, kuat, kreatif, dan kolaboratif,” pesan Utami.

Setelah peserta upacara menyanyikan lagu “Bangun Pemudi Pemuda”, upacara  ditutup dengan pembacaan  doa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *