Kam. Jul 2nd, 2026

SMP Negeri 2 Wonogiri melaksanakan Pembelajaran Kokurikuler Lintas Mapel blok kedua, 27 Oktober s.d. 1 November 2025.

Untuk kelas VII, tema yang diangkat adalah “Melestarikan Budaya Nusantara”.  Tema ini dipilih sebagai bentuk upaya sekolah dalam menanamkan rasa cinta tanah air, kebanggaan terhadap warisan budaya bangsa, serta menumbuhkan kepedulian siswa untuk ikut melestarikan budaya.

Selama enam hari pelaksanaan, siswa mengikuti berbagai kegiatan yang memadukan unsur pengetahuan, keterampilan, dan nilai karakter.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan tentang sejarah, makna, dan jenis-jenis batik. Siswa diajak memahami bahwa batik bukan sekadar kain bergambar, melainkan simbol identitas dan kebanggaan nasional yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya melestarikan batik sebagai bagian dari jati diri bangsa Indonesia.

Pada hari kedua, siswa diperkenalkan dengan berbagai cerita rakyat dari berbagai daerah di Nusantara. Cerita rakyat, sebagaimana batik, merupakan warisan budaya tak ternilai yang diwariskan secara turun-temurun. Di dalamnya terkandung nilai moral, kearifan lokal, serta pesan-pesan kebajikan yang merefleksikan identitas budaya daerah. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk menghargai perbedaan sekaligus mengenali akar budaya yang mempersatukan bangsa.

Pengenalan Cerita Rakyat Nusantara

Antusiasme siswa semakin terlihat ketika mereka mengikuti workshop pembuatan batik tulis di Kidoland. Dalam kegiatan ini, siswa berkesempatan belajar langsung teknik membatik, mulai dari menggambar pola hingga proses pewarnaan. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata yang memperkaya wawasan sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni tradisional Indonesia.

Workshop Batik Tulis di Kidoland

Hari keempat diisi dengan kegiatan proyek kolaborasi pembuatan batik ciprat. Batik ciprat dipilih karena  proses pembuatannya sederhana dan dapat dilakukan dengan peralatan seadanya. Ciri khasnya terletak pada pola cipratan warna yang unik dan tidak berpola, menghasilkan karya seni yang ekspresif dan penuh kreativitas. Melalui kegiatan ini, siswa belajar untuk berkreasi, bekerja sama, dan menghargai keunikan budaya daerahnya.

Pembuatan Batik Ciprat

Puncak kegiatan kokurikuler ditandai dengan pentas seni drama cerita rakyat berbahasa Jawa yang digelar di halaman sekolah.

Pentas seni dibuka oleh Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kegiatan kokurikuler bukan hanya mengajarkan tentang budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam penguatan karakter siswa, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan budaya bangsa.

“Melalui Pembelajaran Kokurikuler Lintas Mapel dengan tema “Melestarikan Budaya Nusantara”, SMP Negeri 2 Wonogiri  menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga sarat makna. Siswa tidak sekadar belajar teori, tetapi juga beraksi nyata dalam melestarikan budaya bangsa. Kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam membentuk generasi muda yang cerdas,kreatif, berkarakter, dan berbudaya,” ujar beliau.

Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri Membuka Pentas Seni

Masing-masing kelas mementaskan satu cerita rakyat. Ada Timun Mas, Roro Jonggrang, Keong Mas, Dumadining Rawa Pening, dan Ande-Ande Lumut, Rama Shinta, dan Jaka Tarub. Cerita rakyat yang  dipentaskan, tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai moral. Penggunaan bahasa Jawa dalam pentas ini tidak hanya menjadi sarana untuk melestarikan bahasa daerah, tetapi juga menumbuhkan kecintaan siswa terhadap bahasa Jawa yang kini semakin jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pementasan Drama Cerita Rakyat “Roro Jonggrang”
Pementasan Drama Cerita Rakyat “Dumadining Rawa Pening”
Pementasan Drama “Rama Shinta”
Pementasan Drama Cerita Rakyat “Ande-Ande Lumut”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *