Gugus Depan 01.031/01.032 SMP Negeri 2 Wonogiri mengadakan kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) pada Sabtu (14/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 247 penggalang baru dan 50 anggota Dewan Pembina Rajawali Kenanga (DPRK) jilid 15 dan 16.
Upacara pembukaan Persari berlangsung khidmat di halaman SMP Negeri 2 Wonogiri. Tampil sebagai Pembina Upacara, Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus) SMPN 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti. Dalam amanatnya, beliau menegaskan bahwa Persari bukan sekadar wadah belajar kepramukaan, melainkan momentum untuk membentuk generasi yang lebih tangguh, disiplin, dan piawai.
“Persari ini menjadi ajang pembinaan karakter, kedisiplinan, dan kemandirian. Momentum untuk menempa kedisiplinan, menempa kekuatan, serta meningkatkan kompetensi untuk mewujudkan generasi muda yang tangguh, disiplin, dan piawai,” tutur Utami Padri Astuti.



Sebagai ajang pembinaan karakter melalui kegiatan edukatif dan menyenangkan, kegiatan persari dibagi menjadi dua sesi.
Sesi satu, penjelajahan yang dilaksanakan di Lapangan Bantarangin. Peserta menjelajahi beberapa pos yang dirancang untuk melatih keterampilan dasar yang berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kegiatan pramuka.
Di Pos 1, peserta mendapatkan materi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sebagai bekal penting dalam menghadapi situasi darurat.
Pos 2 berfokus pada Peraturan Baris-Berbaris (PBB) yang menanamkan nilai kedisiplinan dan kekompakan tim sebagai bagian dari pembentukan karakter.
Selanjutnya, Pos 3 menyajikan materi Pengetahuan Umum dan Sandi yang meliputi sejarah kepramukaan, kode kehormatan, struktur organisasi, serta berbagai permainan yang melatih ketelitian, konsentrasi, daya ingat, dan kerja sama tim.
Sementara itu, Pos 4 menghadirkan kegiatan Kemampuan Indera Manusia (KIM), sebuah permainan yang dirancang untuk melatih kecerdasan, ketajaman indera, serta kecepatan dalam berpikir dan mengambil keputusan.






Sesi dua, suasana semakin meriah saat para peserta mengikuti rangkaian permainan yang telah disiapkan panitia, meliputi: menyeimbangkan tongkat, menjaga telur naga, dan meniup cup. Permainan tersebut tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter dan keterampilan.
Pada permainan menyeimbangkan tongkat, peserta dituntut menjaga fokus dan konsentrasi tinggi agar tongkat tetap stabil. Tantangan ini menguji keseimbangan tubuh sekaligus kemampuan mengendalikan gerak dalam situasi penuh tekanan.
Sementara itu, permainan menjaga telur naga menghadirkan tantangan kerja sama tim yang solid.
Adapun lomba meniup cup menguji ketenangan dan pengaturan napas peserta. Meski terlihat sederhana, permainan ini membutuhkan kesabaran, koordinasi, dan fokus agar cup dapat bergerak sesuai target yang ditentukan.
Sorak sorai dan tepuk tangan riuh terdengar sepanjang permainan. Para peserta tampak antusias dan bersemangat menyelesaikan setiap tantangan. Melalui permainan tersebut, nilai sportivitas, kerja sama, dan ketangguhan mental tertanam kuat dalam diri para peserta.



Dengan berakhirnya Persari ini, para peserta tidak hanya memperoleh pengalaman berharga yang diharapkan yang akan menjadi bekal penting dalam perjalanan mereka menuju masa depan.