Jum. Jun 5th, 2026

Wonogiri, Selasa (2/6/2026) – SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar  perpisahan dan pelepasan siswa kelas IX tahun ajaran 2025/2026. Sebanyak 253 siswa mengikuti prosesi wisuda yang disaksikan perwakilan orang tua siswa, pengurus Komite Sekolah, serta sejumlah tamu undangan.

Acara berlangsung khidmat dengan momen simbolis penyerahan kembali siswa dari pihak sekolah kepada orang tua. Prosesi tersebut dilakukan oleh Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, dan diterima oleh Ketua Komite Sekolah, Sugiyarno.

Dalam sambutannya, Utami Padri Astuti menegaskan bahwa kegiatan ini         bukan sekadar prosesi wisuda dan sesi foto bersama, melainkan bagian dari perjalanan mengantarkan anak-anak menjadi generasi hebat.

“Sekolah bukan hanya tempat  pembelajaran teori, tetapi ruang untuk mengasah keterampilan dan membentuk karakter. Di sini anak-anak  belajar berkomunikasi, berkolaborasi, dan mengembangkan diri untuk mencapai delapan dimensi lulusan yang diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Selaras dengan tema acara, “Manusia Hebat Dilihat dari Karakter yang Mulia, Bukan Hanya dari Nilai yang Tinggi”, Utami menekankan pentingnya menempatkan etika, karakter, dan akhlak mulia sebagai prioritas utama.

“Angka memang penting, tetapi akhlak mulia dan karakter jauh lebih penting. Apalah artinya nilai yang tinggi jika tidak disertai etika dan kesopanan,” pesannya kepada para siswa.

Penyerahan Kembali Siswa dari Sekolah kepada Komite Sekolah

Sementara itu, Ketua Komite Sekolah, Sugiyarno, mewakili orang tua siswa menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik yang telah mendidik putra-putri mereka dengan penuh ketulusan dan kesabaran.

Menurutnya, anak-anak ibarat tanaman yang masih hijau dan membutuhkan perawatan serta pendidikan hingga tiba saatnya dipanen. Ia menilai SMP Negeri 2 Wonogiri telah menjadi tempat yang baik dalam menanamkan fondasi karakter bagi para siswa.

“Sekolah adalah tempat menanam. Kami sebagai orang tua terus berikhtiar dan bekerja keras untuk mendukung cita-cita anak-anak. SMP Negeri 2 Wonogiri telah menjadi tempat pembinaan karakter dasar yang membentuk pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Kepada para lulusan, Sugiyarno berpesan agar terus bersemangat menempuh pendidikan. Menurutnya, sekolah di mana pun bukan jaminan kesuksesan, tetapi pendidikan yang ditempuh akan menjadi bekal yang mempermudah jalan menuju masa depan.

Turut memberikan sambutan, Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri, Hartanto. Beliau memberikan apresiasi kepada seluruh guru dan tenaga kependidikan SMP Negeri 2 Wonogiri atas dedikasi mereka dalam mendidik generasi muda.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi dan menjadi teladan bagi peserta didik. Anak usia SMP membutuhkan sosok yang bisa menginspirasi dan menjadi panutan. Itu akan menjadi amal jariah bagi para guru,” katanya.

Hartanto juga menyoroti tantangan pendidikan di era modern yang semakin kompleks akibat perkembangan teknologi dan pengaruh lingkungan pergaulan. Karena itu, beliau mengingatkan para siswa untuk memilih lingkungan pertemanan yang positif dan mampu mendorong mereka berkembang.

Selain itu, Hartanto memberikan apresiasi kepada para orang tua dan masyarakat yang selama ini bersinergi dengan sekolah dalam mewujudkan cita-cita pendidikan.

“Keberhasilan pendidikan merupakan hasil sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat. Prestasi akademik maupun nonakademik yang diraih siswa tidak lepas dari peran ketiga pilar pendidikan tersebut,” ujarnya.

Menurut Hartanto, kebahagiaan terbesar seorang guru adalah ketika melihat anak didiknya berhasil meraih cita-cita dan sukses dalam kehidupan.

Kepada para wisudawan, Hartanto berpesan agar menjadikan kelulusan ini sebagai awal perjalanan baru.

“Ini bukan akhir, melainkan awal. Langkah ke depan akan semakin berat dan menantang. Gantungkan cita-cita setinggi langit, beranilah bermimpi, dan berusahalah mewujudkannya dengan kerja keras. Jadilah generasi yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga mampu menyeimbangkan olah pikir, olah rasa, dan olah raga,” pesannya.

Sambutan Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Wonogiri

Suasana haru menyelimuti acara saat para siswa menerima pengalungan samir dari wali kelas masing-masing. Pengalungan samir tersebut menjadi simbol kelulusan sekaligus penanda bahwa para wisudawan siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain prosesi seremonial, acara juga dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni sebagai wujud aktualisasi bakat dan kreativitas siswa. Di antaranya tari kreasi Wong-Wongan Sawah, ansambel musik, pantomim, dongeng legenda Tambak Merang, serta penampilan Eugene Cristabel, peraih Juara III Solo Vokal Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) Kabupaten Wonogiri.

Penampilan Tari Wong-Wongan Sawah
Ensambel Musik
Solo Vokal Eugene Cristabel, Juara 3 FLS3N Kabupaten Wonogiri

Pada kesempatan tersebut, Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri  menyerahkan penghargaan kepada 10 siswa berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas capaian luar biasa yang telah mereka raih selama menempuh pendidikan di sekolah. Penghargaan khusus juga diberikan kepada Firda Syifa Aglia P., yang berhasil  meraih nilai sempurna 100 pada Tes Kemampuan Akademik  (TKA) mapel Bahasa Indonesia dan masuk kategori  “istimewa”.

Melalui kegiatan pelepasan ini, SMP Negeri 2 Wonogiri tidak hanya menandai berakhirnya masa belajar para siswa di tingkat menengah pertama, tetapi juga mengukuhkan komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pemberian Penghargaan kepada 10 Siswa Berprestasi dan Peraih Nilai “Istimewa” TKA Mapel Bahasa Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *