
Dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun PGRI ke-76 dan Hari Guru Nasional tahun 2021, SMP Negeri 2 Wonogiri menyelenggarakan apel bendera (Kamis, 25/11). Apel dimulai pukul 07.30 WIB diikuti guru dan karyawan, serta siswa SMP Negeri 2 Wonogiri. Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, apel bendera dilaksanakan secara terbatas. Bertindak selaku Pemimpin Apel adalah Nugroho Budi Utomo. Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, bertindak selaku Pembina Apel.
Rangkaian acara apel adalah sebagai berikut: penghormatan kepada sang Merah Putih, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, amanat Pembina Apel, menyanyikan “Himne Guru”, dan pembacaan doa.
Dalam amanatnya Utami Padri Astuti membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI. Dalam sambutannya, Ketua Umum PB PGRI mengajak kembali mengenang sejarah 76 tahun lalu ketika para guru, pendidik di seluruh tanah air yang tergabung dalam puluhan organsisasi guru yang berbeda paham dan golongan, dengan semangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu dalam organisasi Persatuan Guru Republik Indonesia, tepat seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. PGRI hadir sebagai wadah perjuangan guru, pendidik, dan tenaga kependidkan memperjuangkan kedaulatan Negera Kesatuan Republik Indonesia, berperang memerangi kebodohan dan keterbelakangan serta berkhidmat untuk memajukan Pendidikan Nasional. Bentuk dukungan dan penghargaan pemerintah terhadap perjuangan para guru, pendidik, pendidik nonformal, tenaga kependidikan diwujudkan dengan menjadikan hari lahir PGRI pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui penetapan Keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994 .
PGRI menyampaikan penghargaan dan mengapresiasi kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang telah memprioritaskan pemberian vaksin untuk guru, pendidik, tenaga kependidikan, siswa dan mahasiswa, dan telah dimulainya pemberian vaksin bagi anak didik di bawah usia 12 tahun. Ini merupakan wujud perhatian komitmen dan perhatian pemerintah dan pemerintah daerah tentang pentingnya sektor pendidikan.
Satu hal yang menjadi pelajaran penting yang bisa kita petik dari masa Covid adalah peran guru tidak bisa digantikan oleh teknologi. Guru adalah suri teladan, kawan belajar, dan pemberi semangat ulung agar bara api semangat anak didik tetap menyala untuk tetap meraih mimpi. Guru dituntut menjadi pembelajar sejati, sehingga kehadiran guru tetap relevan sepanjang waktu, termasuk ketika kita memasuki era masyarakat 5.0. Setelah sambutan dari Pembina Apel, peserta upacara menyanyikan lagu “Himne Guru” dengan khidmad. Apel ditutup dengan pembacaan doa oleh Ichwanudin.

