Jum. Apr 3rd, 2026

Dalam rangka memperingati hari Ulang Tahun PGRI ke-76 dan Hari Guru Nasional tahun 2021, SMP Negeri 2 Wonogiri menyelenggarakan apel bendera (Kamis, 25/11). Apel dimulai pukul 07.30 WIB diikuti guru dan karyawan, serta siswa SMP Negeri 2 Wonogiri.  Karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, apel bendera dilaksanakan secara terbatas.  Bertindak selaku   Pemimpin Apel adalah Nugroho Budi Utomo. Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, bertindak selaku Pembina Apel.

Rangkaian acara apel adalah sebagai berikut: penghormatan kepada sang Merah Putih, menyanyikan lagu “Indonesia Raya”, amanat Pembina Apel, menyanyikan “Himne Guru”, dan pembacaan doa.

Dalam amanatnya Utami Padri Astuti membacakan sambutan Ketua Umum Pengurus Besar PGRI. Dalam  sambutannya, Ketua Umum PB PGRI   mengajak   kembali mengenang sejarah 76 tahun lalu ketika para guru, pendidik di seluruh tanah air yang tergabung dalam puluhan organsisasi  guru yang berbeda paham dan golongan, dengan semangat dan niat mulia bersepakat melebur menjadi satu dalam  organisasi  Persatuan Guru Republik Indonesia, tepat seratus hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. PGRI hadir sebagai   wadah perjuangan guru, pendidik, dan  tenaga kependidkan memperjuangkan kedaulatan Negera Kesatuan Republik Indonesia, berperang memerangi kebodohan dan keterbelakangan serta berkhidmat untuk memajukan Pendidikan Nasional. Bentuk dukungan   dan penghargaan pemerintah terhadap perjuangan para guru, pendidik, pendidik nonformal, tenaga kependidikan diwujudkan dengan menjadikan hari lahir PGRI  pada tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional melalui penetapan Keputusan Presiden nomor 78 tahun 1994 .

PGRI menyampaikan penghargaan dan mengapresiasi kepada pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang telah memprioritaskan pemberian vaksin untuk guru, pendidik, tenaga kependidikan, siswa dan mahasiswa, dan telah dimulainya pemberian vaksin bagi anak didik  di bawah usia 12 tahun. Ini  merupakan wujud perhatian komitmen dan perhatian pemerintah dan pemerintah daerah tentang pentingnya sektor pendidikan.

Satu hal yang menjadi pelajaran penting yang bisa kita petik dari masa Covid adalah peran guru tidak bisa digantikan oleh teknologi. Guru adalah suri teladan, kawan belajar, dan pemberi semangat ulung agar bara api semangat anak didik tetap menyala  untuk tetap meraih mimpi. Guru dituntut menjadi pembelajar sejati, sehingga kehadiran guru tetap relevan sepanjang waktu, termasuk ketika kita memasuki era masyarakat 5.0. Setelah sambutan dari Pembina Apel, peserta upacara menyanyikan lagu “Himne Guru” dengan khidmad. Apel ditutup dengan pembacaan doa oleh Ichwanudin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *