Jum. Apr 3rd, 2026

Dalam rangka memperingati hari Pahlawan ke-76, SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar upacara bendera (Rabu, 10 November 2021). Upacara dimulai pukul 07.30 WIB. Karena berlangsung di masa pandemi Covid-19, upacara   dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Peserta upacara dibagi menjadi dua, separuh di halaman sekolah, dan separuh di  serambi kelas. Meski begitu, upacara berlangsung dengan khidmat.

Bertindak sebagai Pembina Upacara adalah Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti. Sementara Ilham Harjaya Arsyiansyah bertugas  sebagai pemimpin upacara. 

Felicia Candida, bertugas membacakan pesan pahlawan, di antaranya   pesan dari bAbdul Muis, Ki Hajar Dewantara, dan Dokter Cipto Mangunkususmo.

Pembina Upacara, Utami Padri Astuti membacakan sambutan dari  Bupati Wonogiri, Joko Sutopo. Dalam sambutannya, Joko Sutopo menyampaikan bahwa  tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari Pahlawan untuk membangun ingatan kolektif tentang heroisme Arek-Arek Surabaya yang rela berjuang menegakkan kedaulatan kemerdekaan RI yang baru saja diprokamasikan melawan pasukan sekutu yang berusaha menguasai tanah air tercinta. Ribuan nyawa menjadi korban, gugur dalam pertempuran demi menjaga sang merah putih tetap berkibar. Nilai dan semangat juang yang harus kita jaga sebagai bukti kecintaan terhadap tanah air dan bangsa. Semangat rela berkorban para pejuang menginspirasi segenap elemen bangsa, yang dalam perjalanannya tidak lepas dari segala halangan dan rintangan, dan tantangan.

Peringatan bertema ”Pahlawanku, Inspirasiku”, diharapkan menggugah semangat untuk bangkit dalam memulihkan keadaan seluruh sektor yang terdampak pandemi Covid-19.  Dengan  bahu membahu dan saling bekerja sama, kita yakin bahwa bangsa Indonesia akan pulih menjadi bangsa yang sejahtera. Tantangan terbesar yang kita hadapi  saat ini, tidak mengharuskan kita  mengangkat senjata karena dengan menjaga protokol kesehatan dalam segala aktivitas, saling menjaga keselamatan dan kesehatan segenap masyarakat, memberi bantuan dan rasa peduli kepada yang membutuhkan uluran tangan, kita telah menjadi pahlawan. Nilai -nilai dan semangat kepahlawan yang rela berkorban demi kepentingan bersama, pantang menyerah pada segala situasi dan kondisi sangat relevan untuk  dilaksanakan saat ini.  Semangat yang terus  menyala menjadi motor penggerak mewujudkan cita-cita bangsa, yaitu mewujudkan rakyat yang adil, makmur, dan sejahtera. Tindakan saling membantu, saling melindungi di masa-masa sulit, akan menjadi literasi kemanusiaan yang akan diwariskan kepada generasi penerus.

Bupati Wonogiri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkontribusi positif pada bangsa, negara, masyarakat dengan menjadi pahlawan masa kini dan melanjutkan semangat para pahlawan dengan cara dan kemampuan yang dibutuhkan saat ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *