Hari Bersih-Bersih Sedunia, yang dikenal dengan World Cleanup Day tanggal 21 September 2022 secara nasional diperingati dengan “Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah.” Dengan mengusung tema “Kami 13 Juta menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”, diharapkan sebanyak 13 juta relawan atau lima persen dari populasi masyarakat Indonesia turut serta pada aksi tahun ini dan menjadi salah satu bagian dari sejarah aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia.
World Cleanup Day Kabupaten Wonogiri diperingati dengan melaksanakan Aksi Bersih-Bersih & Pilah Sampah di lingkungan masing-masing, serentak pada hari Jumat, 16 September 2022.

Hari Bersih-Bersih Sedunia, yang dikenal dengan World Cleanup Day tanggal 21 September 2022 secara nasional diperingati dengan “Aksi Cleanup dan Pilah Sampah dari Rumah.” Dengan mengusung tema “Kami 13 Juta menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”, diharapkan sebanyak 13 juta relawan atau lima persen dari populasi masyarakat Indonesia turut serta pada aksi tahun ini dan menjadi salah satu bagian dari sejarah aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia.
World Cleanup Day Kabupaten Wonogiri diperingati dengan melaksanakan Aksi Bersih-Bersih & Pilah Sampah di lingkungan masing-masing, serentak pada hari Jumat, 16 September 2022.

Sampah yang terkumpul dari tiga titik Aksi Bersih-Bersih & Pilah Sampah tersebut, kemudian ditimbang, dicatat, dan dilaporkan berat dan jenisnya. Dalam aksi tersebut, terkumpul 307,5 kg sampah organik dan 12,5 kg sampah anorganik. Sampah organik diserahkan ke Tim Adiwiyata Sekolah akan diolah menjadi kompos, sementara untuk sampah anorganik, ditampung di bank sampah untuk dikelola agar tidak mencemari lingkungan.
Aksi Bersih-Bersih & Pilah Sampah sebenarnya sudah dilaksanakan sejak lama di SMP Negeri 2 Wonogiri. Sekolah telah menyediakan tempat sampah organik dan anorganik. Segenap warga sekolah sudah dibudayakan untuk memilah sampah dan membuang di tempat yang sudah disediakan. Namun, melalui ”Aksi Bersih-Bersih & Pilah Sampah” kali ini, diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan menggugah kepedulian warga sekolah terhadap lingkungan.

