Jum. Apr 3rd, 2026

Pengorganisasian pembelajaran pada Kurikulum Merdeka lebih menekankan pada penanaman karakter siswa yang tercermin sebagai profil pelajar Pancasila. Siswa diharapkan mencapai tahapan berkembang, bahkan sangat berkembang dalam dimensi keimanannya, jiwa gotong royong, kebhinekaan, bernalar kritis, kreatif, dan mandiri. Upaya mencapai harapan tersebut, di antaranya diimplementasikan melalui kegiatan kokurikuler yaitu Projek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila atau P5.

P5 dalam Kurikulum Merdeka harus dialokasikan  minimal 20% dari total jam pelajaran dalam satu semester dan dalam satu tahun. P5  ini bisa dikembangkan dengan sistem blok ataupun sistem regular. Sistem blok dilakukan secara berurutan dalam kurun waktu satu minggu. Sistem regular dapat dilaksanakan dengan mengambil waktu 1jam setiap hari.

Implementasi P5 dengan sistem blok lebih memungkinkan siswa untuk berkolaborasi dan berproses dalam satu kegiatan projek. Salah satu kegiatan P5 di SMP Negeri 2 Wonogiri pada tema kearifan lokal mengambil  topik Seni batik teknik gerakan kuas. Selanjutnya dikembangkan dengan inovasi SIBAGUS.

SIBAGUS  merupakan akronim dari Seni batik gerakan kuas. Inovasi SIBAGUS   adalah terbentuknya metode pembelajaran kolaboratif terpadu yang aktif, kreatif, dan menyenangkan. Inovasi ini diterapkan pada pembelajaran kokurikuler Projek Pengembangan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada tema Kearifan Lokal topik Seni batik Lukis. Metode pembelajaran yang diterapkan dalam SIBAGUS adalah pembelajaran tematik terpadu beberapa mata pelajaran yang dikerjakan dalam satu projek. Dalam pembelajaran tersebut, kolaborasi tim sangat menentukan keberhasilan proses sampai hasil. Dimensi profil pelajar Pancasila yang tercermin dalam inovasi tersebut adalah dimensi gotong royong, kreatif, dan bernalar kritis.

Pembuatan batik lukis dilaksanakan secara individual dengan hasil akhir lukisan batik di buku gambar.Pembuatan batik dikembangkan secara kolaboratif dalam satu tim. Diawali dengan kreativitas membuat pola-pola hias pada kain atau tote bag. Kemudian pewarnaan sesuai pola, pengeringan diakhiri dengan pengemasan. Hasil akhir bierupa tote bag dengan kreasi motif  batik dan taplak meja batik yang motif lukisannya sesuai kreativitas siswa.Kegiatan pembelajaran ini menjadi lebih menyenangkan dan mengasyikkan. Siswa aktif dan tertarik untuk menyelesaikan tugas membatik secara bersama-sama dan memamerkan hasil karyanya dalam satu kelompok.

Inovasi SI BAGUS  merupakan sebuah projek. Karenanya dirancang oleh tim dan diimplementasikan oleh tim pula. Guru pengampu semua mata Pelajaran di kelas VII berdiskusi merancang pembelajaran seni batik Teknik Gerakan kuas; Pelaksanaan pembelajaran secara klasikal dimulai dengan pengenalan berbagai jenis batik , di antaranya batik teknik kuas. Di kelas masing-masing, guru membimbing siswa membuat desain batik lukis secara mandiri dilanjutkan membuat batik lukis di kain ataupun tote bag warna putih. Siswa dibagi dalam kelompok terdiri dari 5 anak. Masing-masing kelompok menyiapkan bahan tote bag atau bahan taplak meja. Siswa dalam kelompok merancang desain motif batik Lukis di tote bag/ kain taplak. Guru membimbing dan mendampingi siswa mengemas batik Lukis dengan teknik kuas; Siswa menyiapkan pameran karya batik lukis. teknik gerakan kuas. Siswa membuat laporan tertulis projek pembuatan batik Lukis Gerakan kuas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *