Dalam rangka mengurangi volume sampah plastik dan menanamkan sikap peduli lingkungan, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wonogiri membuat ecobrick, Sabtu, 30 Maret 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) tema “ Gaya Hidup Berkelanjutan”.
Pada tahun 2020, Indonesia tercatat sebagai pembuang sampah plastik di laut terbesar kedua di dunia. Sampah plastik membutuhkan waktu beratus-ratus tahun untuk terurai. Salah satu solusi untuk mengurangi sampah plastik adalah dengan memanfaatkan ulang sampah plastik menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna seperti membuat ecobrick.
Ecobrick berasal dari kata ”Eco” yang berarti lingkungan dan “Brick” yang berarti bata. Ecobrick merupakan metode mengumpulkan sampah plastik dengan media botol plastik yang diisi secara penuh, padat, dan keras menyerupai bata.
Dengan antusias, siswa SMP Negeri 2 Wonogiri melakukan langkah-langkah membuat ecobrick: Pertama, mengumpulkan botol plastik bekas yang sejenis, kemudian mencucinya hingga bersih. Kedua, mengumpulkan sampah plastik seperti kemasan detergen, kantong plastik (kresek), bungkus makanan, kemasan minuman sachet dan sebagainya. Ketiga, memasukkan plastik kering yang telah dipotong kecil-kecil ke dalam botol. Keempat, memadatkan botol plastik menggunakan kayu atau stick. Kelima, mengecat botol plastik untuk mempercantik tampilan ecobrick kemudian menjemurnya hingga kering. Terakhir, menyusun ecobrick dalam kerangka besi yang membentuk tulisan “I Love Esperow” yang menjadi spot foto yang cantik. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat ecobrick ini adalah tiga hari. Keberasilan ini tidak lepas dari peran bapak/ibu guru yang mendampingi kegiatan siswa dari awal hingga selesai.
Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti mengatakan bahwa pembuatan ecobrick dalam rangka mengedukasi siswa terkait penguatan karakter peduli dan cinta lingkungan, serta untuk mengembangkan kreativitas dalam mengelola sampah.
“Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah perilaku siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Siswa dilatih bertanggung jawab atas sampah yang dihasilkan. Ecobrick merupakan salah satu penanganan sampah plastik yang kreatif dan efektif. Selain itu, pembuatan ecobrick sebagai upaya mewujudkan sekolah berwawasan lingkungan dan mendukung program sekolah adiwiyata,” kata Utami.



