Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wonogiri mengadakan kampanye gaya hidup berkelanjutan, Rabu, 8 Mei 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Blok ke-2. Kampanye bertujuan untuk menggugah kesadaran siswa-siswi untuk menjaga kelestarian lingkungan dan berpartisipasi dalam penerapan gaya hidup berkelanjutan.

Peserta berjalan kaki dari SMPN 2 Wonogiri menuju Bumi Perkemahan Kolam Keceh, Kedungsono, Bulusulur, sambil membentangkan poster. Delapan tema diusung sebagai isu kampanye yaitu: Konservasi Energi, Konservasi Air, Pengelolaan Sampah, Penanaman Pohon, Sanitasi Lingkungan, Antiperundungan, Antirokok, dan Antinarkoba.



Di Bumi Perkemahan Kolam Keceh, siswa menyampaikan orasi. Adena, perwakilan siswa kelas 8F, dalam orasinya menyoroti isu pemanasan global dan efek rumah kaca.
Orasi berikutnya oleh Sefina, kelas 8E, yang mencoba menggugah kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah plastik. Sefina mengatakan bahwa Indonesia adalah penghasil sampah plastik terbesar kedua di dunia. Jumlah masyarakat yang banyak dan konsumsi sampah plastik yang melimpah, tidak diimbangi perilaku membuangan sampah yang bijak. Sampah plastik hanya dibakar dan dibuang begitu saja ke laut. Hal ini berakibat buruk bagi lingkungan. Plastik yang membutuhkan ratusan hingga ribuan tahun untuk terurai, mengganggu kehidupan biota laut. Banyak biota laut yang mati karena air tercemar dan memakan plastik. Untuk itu, Sefina mengajak untuk disiplin dalam mengelola sampah plasrik melalui metode 3R.
Sementara itu, Afa, perwakilan kelas 8H menyampaikan orasi tentang bahaya rokok. Menurut Afa, dampak merokok tidak bisa diremehkan. Tidak hanya bagi perokok aktif, perokok pasif juga terkena dampaknya. Banyak kematian yang diakibatkan rokok. Selain berbagai penyakit yang menyebabkan kematian, rokok juga membuat kemiskinan ekonomi bagi negara maupun individu. Biaya perawatan penyakit yang disebabkan oleh rokok juga tidak murah. Banyak sekali orang meninggal karena tidak bisa membayar biaya perawatan. Di sisi lain, rokok penyebab kemisikinan ekonomi bagi keluarga berpenghasilan rendah. Di samping berdampak buruk bagi kesehatan, rokok juga berdampak bagi lingkungan, yaitu kebakaran akibat puntung rokok dan pencemaran udara akibat asap rokok.

Selain orasi, kampanye diselingi dengan kuis. Pertanyaan seputar gaya hidup berkelanjutan disampaikan oleh Antonius Kartolo. Siswa yang dapat menjawab quis dengan benar, mendapatkan doorprize.