Kam. Jul 2nd, 2026

SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar pelepasan siswa kelas IX tahun Pelajaran 2023-2024 di Gedung PGRI Wonogiri, Kamis, 13 Juni 2024. Sebanyak 253 siswa mengikuti prosesi wisuda disaksikan orang tua,  Pengurus Komite Sekolah dan segenap tamu undangan. Suasana khidmad mengiringi pengalungan  samir oleh wali kelas masing-masing.

Secara simbolis, Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, menyerahkan siswa kepada orang tua yang diwakili oleh  Ketua Komite Sekolah, Sugiyarno.

Utami menyampaikan bahwa amanah yang dititipkan oleh orang tua siswa kepada sekolah, sudah dijalankan dengan baik. Selama tiga tahun, Bapak-Ibu Guru mendampingi siswa berproses, bukan hal yang mudah. Untuk itu, Utami menyampaikan permohonan  maaf jika masih ada kekurangan. Beliau bertekad  menjadikan  kekurangan yang ada sebagai pembelajaran dan  evalusi diri bagi sekolah.

Utami berharap 100% siswa  melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, sesuai dengan target dan pilihan masing-masing. Sejalan dengan  filosofi Ki Hajar Dewantara  “ Dengan Ilmu Menuju Kemuliaan” dan selaras dengan tema acara pelepasan“ The Future Belongs to You”.

“Kalau ingin mulia, kuasai ilmu! Jangan pernah berhenti belajar! Jangan berhenti menuntut ilmu! Insyaallah kalian menjadi orang yang mulia. Masa depan menjadi milikmu. Masa depanmu adalah yang kamu lakukan hari ini. Apa yang sekarang kamu lakukan adalah masa depanmu. Jadikan hari ini awal sebagai masa depan, ” pesan Utami.

Mengakhiri sambutannya, Utami mewanti-wanti   para wisudawan untuk selalu  menjunjung tinggi nama baik almamater.

Ketua Komite  SMP Negeri 2 Wonogiri, Sugiyarno, memberikan apresiasi   kepada jajaran SMP Negeri 2 Wonogiri yang telah berupaya keras mendidik dan mengarahkan siswa  menjadi generasi  yang berkarakter unggul dan berprestasi, menuju generasi emas 2045. ,

Kepada wali siswa, Sugiyarno berpesan untuk meneruskan mendidik dengan cara yang baik dan didikan yang benar.

 “Mari  kita berikan pendidikan yang terbaik. Dalam kondisi realitas di lapangan, pendidikan formal tidak bisa menjamin sukses anak-anak, tetapi memperbesar dan memperluas peluang untuk sukses di masa yang akan datang. Kita berikan bekal ilmu yang terbaik untuk anak-anak kita karena dalam kehidupan ada peribahasa ” amal tanpa ilmu ibarat orang buta, ilmu tanpa amal  seolah  orang lumpuh”. Apabila anak-anak kita tidak dibekali ilmu, tidak dididik adab, dan tidak dilatih keterampilan, ibaratnya, kita biarkan mereka tanpa ilmu dan adab, tanpa keterampilan, mereka akan menjadi orang yang lumpuh,  buta,  tuli dan bisu,” tuturnya.

Di tengah acara, disajikan potret bercerita berjudul ”Kisahku di Esperow”. Disusun oleh Sri Nurhasanti, potret bercerita ini menggambarkan perjalanan  siswa selama menuntut ilmu di SMP Negeri 2 Wonogiri yang diwarnai canda tawa, senyum bahagia, bahkan air mata. Pembacaan narasi  diiringi lagu “Terima Kasihku” ,  membuat  peserta larut dalam keharuan. Sri Nurhasanti berharap, ini akan menjadi sesuatu yang bisa diingat bahwa mereka pernah menjadi bagian dari SMP Negeri 2 Wonogiri.

Sebagai hiburan, ditampilkan tari “Blarak” yang dibawakan tiga siswa putri. Tarian ini  mengandung filosofi bahwa kehidupan diibaratkan menjadi blarak, sesuatu yang bisa dipakai dan dimanfaatkan. Sifat  dari blarak adalah  kaku dan lentur seperti sifat manusia, yang divisualisasikan dalam gerak. Selain tari, solo vokal dan dongeng Bahasa Jawa juga ditampilkan. Tidak ketinggalan,  pantomim dan  tim ansambel musik SMP Negeri 2 Wonogiri yang berhasil menjadi juara dalam FL2SN di tingkat Kabupaten Wonogiri, turut memeriahkan acara.

Acara terakhir adalah penyerahan penghargaan  kepada 10 siswa berprestasi oleh Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan kepada guru sekaligus  Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan,  Mamik Tri Hastuti, yang memasuki purnatugas per 1 Juli 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *