Siswa kelas VII SMP Negeri 2 Wonogiri mengikuti sosialisasi bahaya judi online dan penyalahgunaan narkoba, Selasa, 15 Juli 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru tahun ajaran 2025/2026.
Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memberi bekal pengalaman baru bagi siswa tentang bahaya jadi online dan penyalahgunaan narkoba.
Menghadirkan narasumber Ipda Adi Muriyanto, Kaur Binopsnal Satbinmas Polres Wonogiri, dan Aipda Wiyono, Kanit Bintibsos Satbinmas Polres Wonogiri,
Sesi pertama, pemaparan materi bahaya judi online oleh Adi Muriyanto. Beliau menyampaikan bahwa kasus-kasus judi online marak di sekitar kita. Untuk menekan jumlah kasus yang ada, peran serta semua lapisan masyarakat sangat dibutuhkan.
Judi online adalah bentuk perjudian yang dilakukan melalui internet di mana pemain dapat memasang taruhan tanpa harus ada di tempat. Judi online memiliki dampak negatif yang luas, mencakup aspek finansial, kesehatan mental, hubungan sosial, hingga masalah hukum.
“Pelaku bisa kehilangan uang yang signifikan jika tidak berhati-hati, bisa jadi ketergantungan, dan menimbulkan permasalahan keuangan bagi pemain dan keluarga mereka,” ujar Adi Muriyanto.
Pencegahan judi online dilakukan dengan meningkatkan kesadaran dan pendidikan bagi masyarakat, serta pengawasan dan pemantauan aktivitas online terutama bagi anak-anak dan remaja, Bagi yang sudah kecanduan, dibutuhkan bantuan professional untuk lepas dari judi online. Jenis bantuan berupa konseling psikologi dan terapi untuk mengatasi perilaku judi online.
“Jangan pernah mendekati judi online. Jangan coba-coba! Kalau keterusan, jadi kecanduan. Jangan sampai terperosok ke dalam judi online!” pesan Adi.

Narasumber kedua, Kanit Bintibsos Satbinmas, Aipda Wiyono memaparkan bahaya penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja. Menurut Wiyono, sekarang ini sudah banyak remaja yang mengonsumsi narkoba, padahal mereka adalah asset bangsa. Jaringan narkoba menyasar remaja karena pangsa pasarnya sangat besar.
Menurut Wiyono, faktor alasan remaja menggunaan narkoba paling banyak adalah coba-coba, Untuk itu, perlunya sosialisasi agar para siswa benar-benar mengetahui bahaya mengonsumsi narkoba.
“Kadang kala, orang beranggapan “tak apa-apa kalau hanya mencoba”. Padahal, itu cara berpikir yang salah. Karena kalau sudah kecanduan, hidupnya tidak akan normal,” kata Wiyono.
Wiyono memberikan tips untuk menghindari narkoba dengan cara meningkatkan keimanan dan ketagwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, melakukan kegiatan positif, dan berhati-hati dalam bergaul. Hal-hal tersebut dapat membentengi diri dari narkoba dan ikut berpartisipasi dalam penurunan angka pengguna narkoba terutama di kalangan remaja. Selain itu, peran orang tua dalam memantau anak-anaknya agar tidak terjerumus dalam narkoba.
Menurut Wiyono, penyalahgunaan narkoba dapat ditangkal dengan cara: pahami diri sendiri; kembangkan rasa apercaya diri; tingkatkan kemampuan mengelola pikiran emosi, perasaan dan perilaku; kelola stress; tingkatkan kemampuan dan keterampilan mengelola masalah; serta menjalin komunikasi secara efektif dengan orang tua dan teman sebaya.
“Generasi muda penerus bangsa, Jangan coca-coba! Jangan merusak diri dengan narkoba! Nanti masa depan kalian akan hancur,“ pesan Wiyono.
Siapa kita? Esperow! Narkoba, No! Tanpa Narkona, Yes!
