Mengawali tahun ajaran 2025/2026, SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah bagi murid baru, 14 s.d. 18 Juli 2025.

Upacara pembukaan berlangsung khidmat di halaman sekolah, menandai dimulainya rangkaian kegiatan MPLS. Ketua Komite Sekolah, Sugiyarno, mewakili orang tua murid, menyerahkan 247 murid baru kepada pihak sekolah untuk dididik dan diberikan pengajaran sesuai kurikulum yang berlaku. Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, mewakili seluruh jajaran pendidik dan tenaga tenaga kependidikan SMP Negeri 2 Wonogiri, menyambut amanah yang dititipkan oleh orang tua murid, disertai tekad untuk mencetak generasi yang cerdas, berbudi pekerti luhur, dan berkarakter mulia.

Dalam sambutannya, Utami menyampaikan bahwa MPLS Ramah menitikberatkan pada pengalaman yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan agar siswa dapat dengan cepat beradaptasi. Tidak hanya untuk memperkenalkan siswa baru kepada warga sekolah, kurikulum, serta lingkungan sekolah, para siswa dikenalkan pada nilai-nilai kedisiplinan dan karakter.
“MPLS diisi dengan rangkaian kegiatan yang interaktif, menyenangkan, dan edukatif, dengan prinsip ramah anak dan berorientasi pada pembangunan karakter,” kata Utami.
Setelah mengikuti upacara pembukaan, peserta mengikuti deklarasi Pelajar Anti Kekerasan, dilanjutkan perkenalan dengan pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri 2 Wonogiri.
Materi pertama, Wawasan Wiyata Mandala dibawakan oleh narasumber Wiyadi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarpras. Wiyadi menjabarkan definisi sekolah sebagai lingkungan belajar yang memiliki 4 fungsi, yaitu: mengembangkan iptek, mengembangkan pandangan hidup atau kepribadian, hubungan antarmanusia dan lingkungan, serta kemampuan berkarya.

Sesi Pengenalan Lingkungan Sekolah, dengan fasilitator pengurus OSIS, peserta diajak untuk nelihat fasilitas sekolah, seperti: ruang guru, perpustakaan, laboratorium, kantin, UKS, dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya.
Menutup MPLS hari pertama, salat Zuhur berjamaah bagi yang muslim dan kegiatan bernuansa keagamaan bagi peserta nonmuslim.
MPLS hari kedua, Pertemuan Pagi Ceria dipandu oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Wiwik Sri Wigati. Peserta berdoa bersama, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat.


Ruang Perjumpaan Murid Baru oleh Dwi Retnaningsih dikemas melalui aktivitas interaktif seperti mini games dan ice breaking.
Dwi Retnaningsih mengajak peserta menciptakan sekolah aman dengan cara: menegur teman jika ada yang berkata kasar, mengajak teman untuk bersikap positif, melaporkan jika melihat perundungan, dan menjadi agen kebaikan.
“Sekolah bukan hanya tempat fisik, tetapi juga suasana. Mari ciptakan sekolah yang aman, nyaman, dan menyenangkan, serta bebas dari kekerasan dan bullyng,” imbaunya.

Kegiatan berikutnya, peserta mengikuti sosialisasi bahaya judi online dan penyalahgunaan NAFZA dengan narasumber dari Polres Wonogiri.
MPLS hari ketiga, Pengenalan Profil Lulusan oleh Nur Widhi Hastuti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum. Beliau menjabarkan tujuan pendidikan nasional menurut UUD 1945, UU nomor 20 tahun 2003, dan menurut K.H. Dewantara. Pada dasarnya, tujuan pendidikan nasional, bukan sekedar mencerdaskan, tetapi membentuk manusia yang utuh, berilmu, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman. Profil lulusan yang mencakup aspek keimanan, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi, adalah penjabaran Standar Kelulusan (SKL) SMP berdasarkan permendikbud no.10 tahun 2025 yang bertujuan mengembangkan potensi siswa meliputi beriman dan bertaqwa, berakhlaq mulia, cerdas dan berpengetahuan, mandiri, kreatif, dan bertanggung jawab.
Nur Widhi Hastuti mengakhiri pemaparannya dengan kalimat motivasi,
“Masa depanmu tidak ditunggu, tetapi dipersiapkan. Hari ini kita belajar, besok kita memimpin! Tidak penting siapa dirimu saat masuk, yang terpenting, siapa dirimu saat keluar” yang bermakna bahwa pendidikan berdampak positif terhadap karakter, pengetahuan, dan keterampilan.

Sesi berikutnya, Motivasi, Semangat, dan Cara Belajar yang Efektif oleh Sri Nurhasanti. Beliau mengenalkan tujuh gaya belajar. Tujuannya, agar murid bisa mengenali dirinya sendiri, untuk menentukan gaya belajar yang tepat, sehingga belajar bisa efektif dan optimal. Menurut Sri Nurhasanti, inti belajar adalah adanya perubahan.
“Belajar adalah terdapat perubahan yang bersifat permanen, dilakukan dengan usaha secara sadar, juga perubahan tingkah laku menyangkut afektif, kognitif, dan psikomotor,” ujarnya.

MPLS hari keempat, Sosialisasi Sekolah Aman, Nyaman, dan Menyenangkan oleh Dwi Tugaswati. Definisi sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan adalah sekolah yang terhindar dari bahaya internal dan eksternal, serta menciptakan suasana yang mendukung perkembangan murid. Sekolah aman, nyaman, dan menyenangkan terwujud dengan cara: mencegah dan menanggulangi tindak kekerasan di lingkungan sekolah, menciptakan lingkungan yang bebas dari kekerasan, membangun budaya toleransi, dan menghargai perbedaan.

MPLS hari kelima, Pagi Ceria diisi dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan jalan santai, makan bergizi, serta melakukan kebersihan lingkungan, sebagai wujud dukungan siswa terhadap SMP Negeri 2 Wonogiri sebagai sekolah adiwiyata tingkat provinsi.
Semua peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan semangat. Salah satunya, Citra Mukti, murid kelas 7D.
“Kegiatannya asyik, seru, dan menyenangkan. Terutama saat berkeliling melihat-lihat fasisilas sekolah, bernyanyi bersama, dan Senam Anak Indonesia Hebat,” katanya.