Kam. Jul 2nd, 2026

CEMARA KIPAS

Byrina novi

Agu 21, 2025

CEMARA KIPAS

Cemara kipas berasal dari wilayah Asia Timur (Tiongkok & Korea). Cemara kipas memiliki nama ilmiah yaitu “Thunja orientalis” Cemara kipas memiliki daun yang berbentuk sisik, dan tersusun seperti kipas. Bentuk batang cemara kipas yaitu bercabang banyak, tegak, bulat, dan memiliki permukaan yang kasar, batang nya pun berwarna coklat. Cemara kipas tidak menghasilkan bunga dalam pengertian umum. Tanaman ini menghasilkan bunga tinggal yang berumah satu, di mana bunga jantan dan betina terdapat pada satu pohon yang sama. Tinggi tanaman cemara kipas dapat bervariasi, tetapi umumnya berkisar antara 2 hingga 3m. Namun, ada juga yang tumbuh lebih tinggi hingga mencapai 10 hingga 200 kaki. Akar nya berbentuk tunggang, dan memiliki warna putih kotor atau kekuningan.

KRITERIA : BERDASARKAN BENTUK, FUNGSI, DAN HABITATNYA

  • Berdasarkan bentuk : pohon cemara memiliki bentuk pohon yang keras
  • Berdasarkan fungsi : pohon kipas digunakan untuk tanaman hias, tetapi juga dapat di manfaatkan sebagai obat tradisional
  • Habitat : pohon cemara kipas biasanya tumbuh di daerah beriklim sedang, dan biasanya tumbuh di tanah

TABEL KLASIFIKASI

 

Nama tumbuhan : Cemara Kipas (thuja orientalis)
Ciri fisik : Daun berbentuk kipas, tersusun atas empat baris, berwarna hijau tua
Manfaat : Sebagai obat tradisional = untuk mengobati kudis, salesma, amenore Sebagai bahan bangunan = kayu nya dapat digunakan untuk membuat pagar,

tiang, dan perahu

 

KATEGORI KLASIFIKASI

KINGDOM : Plantae (Tumbuhan)
DIVISI        : Coniferophyta (Tumbuhan berbiji terbuka)
KELAS      : Pinopsida (Tumbuhan berkayu dengan biji terbuka)
ORDO       : Pinales (Ordo tumbuhan runjung)
FAMILY     : Cupressaceae (Keluarga cemara cemara an)
CENUS     : Platycladus
SPESIES : Platycladus (L.) Franco

Sumber Data : Internet (Google & Wikipedia) https://id.wikipedia.org Kelompok 3

  • Annastasya Nuraini
  • Charista Cesar Nur Anissa
  • Rahma Farida Uswatun khasanah
  • Efo Fortuna
  • Desta Putra Pratama
  • Rimba Mukhti Pramodawardana

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *