Wonogiri – Semangat berinovasi terus digelorakan oleh para siswa SMPN 2 Wonogiri melalui kegiatan kokurikuler dengan tema Literasi Sains. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah pembuatan barcode tanaman yang menggabungkan pengetahuan sains, teknologi, dan kepedulian lingkungan. Yang mana kegiatan ini merupakan kolaborasi mata pelajaran IPA, Informatika, dan Bahasa Indonesia
Dalam kegiatan ini, setiap kelas dibagi per kelompok siswa diberi tanggung jawab untuk merawat tanaman tertentu di lingkungan sekolah. Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga memanfaatkan teknologi digital dengan membuat barcode khusus untuk tiap tanaman. Barcode tersebut berisi informasi penting seperti nama tanaman, manfaat, cara perawatan, hingga fakta ilmiah.

Kepala SMPN 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada para siswa dan guru pendamping. “Melalui literasi sains, anak-anak tidak hanya belajar sains, tetapi juga berlatih berpikir kritis, kreatif, dan memanfaatkan teknologi untuk solusi nyata dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap beliau.
Proses pembuatan barcode dilakukan secara bertahap: mulai dari pengumpulan data tanaman, penulisan deskripsi ilmiah, hingga mengolahnya menjadi QR code yang kemudian ditempelkan pada pot, tanaman, atau area tanaman. Dengan cara ini, siapapun yang memindai barcode dapat langsung mengakses informasi lengkap mengenai tanaman tersebut.

Salah satu siswa, Chalimah Noor Shara dari kelas 8D menyatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat. “Kami jadi lebih mengenal berbagai jenis tanaman, sekaligus belajar teknologi digital. Jadi kalau ada teman atau pengunjung sekolah ingin tahu tentang tanaman, tinggal scan barcode saja,” jelasnya dengan antusias.

Kegiatan ini bukan hanya melatih kemampuan literasi sains, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta lingkungan dan kepedulian terhadap keberlanjutan ekosistem. Ke depan, SMPN 2 Wonogiri berencana mengembangkan program serupa dengan menambah koleksi tanaman serta memperkaya konten barcode dengan video atau ilustrasi interaktif.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, siswa SMPN 2 Wonogiri telah menunjukkan bahwa literasi sains dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana namun berdampak besar bagi sekolah dan masyarakat sekitar.