Jambore Cabang Gerakan Pramuka (Jamcab) Kabupaten Wonogiri tahun 2025 digelar di Bumi Perkemahan Embung Doho, Kecamatan Girimarto, Kabupaten Wonogiri, Rabu s.d. Sabtu tanggal 13 s.d. 16 Agustus 2025. Kegiatan ini sebagai wadah pembinaan generasi muda Pramuka untuk menumbuhkan kedisiplinan, persaudaraan, keterampilan, dan jiwa kepemimpinan.

Sebanyak 25 Kwartir Ranting (Kwarran) se-Kabupaten Wonogiri mengikuti Jamcab, termasuk Kecamatan Wonogiri yang mengirimkan 4 regu (32 penggalang). Mereka gabungan dari beberapa SMP yang ada Kecamatan Wonogiri, termasuk SMP Negeri 2 Wonogiri yang mengirimkan 4 penggalang terbaik. Mereka adalah Avrizanvano Ahmad Bustomi, Rynanda Alvin, Gashiva Larasati, dan Anggraini.
Upacara Pembukaan Jamcab sekaligus apel besar HUT Pramuka ke-64 pada hari Kamis,14 Agustus 2025. Upacara dihadiri oleh Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Wakil Bupati Imron Rizkyarno, Komandan Kodim Wonogiri, anggota DPRD, Camat Girimarto, Kapolsek Girimarto, Danramil, serta pengurus Kwarcab Wonogiri.
Tampil sebagai Pembina Upacara, Bupati Wonogiri selaku Ketua Mabicap. Dalam sambutannya, Setyo Sukarno menyampaikan bahwa peringatan hari Pramuka ke-64 tahun ini mengusung tema “Kolaborasi untuk Ketahanan Bangsa”. Beliau menegaskan bahwa semboyan Bhinneka Tunggal Ika adalah harga mati dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Melalui gerakan Pramuka, kita membentuk generasi bangsa yang unggul, bermanfaat, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Jambore ini menjadi wadah pembentukan jiwa kepemimpinan, kebersamaan, dan jiwa korsa bagi generasi muda,” ujar Setyo Sukarno.
Usai upacara, dilakukan penyematan tanda peserta Jambore, pengibaran bendera Jambore Cabang Wonogiri Tahun 2025, menyanyikan lagu kebangsaan, pembacaan doa, serta penyerahan bibit pohon kepada warga sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan.
Selama kegiatan jambore, peserta mengikuti berbagai agenda menarik, di antaranya: outbound untuk melatih kerja sama tim; pelatihan keterampilan pramuka seperti pioneering, semaphor, parade tongkat dan sandi; penanaman pohon di sekitar Embung Doho sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan; api unggun dan pentas seni yang menampilkan kreativitas masing-masing regu.
Peserta jambore sangat antusias dan bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Mereka bangga bisa turut serta dalam jambore tahun ini karena bisa menambah teman dari berbagai sekolah sekaligus memperoleh pengalaman berharga tentang kerja sama dan kepemimpinan, sekaligus menjadi momentum mempererat persaudaraan dan membangun generasi muda yang tangguh serta peduli lingkungan. Embung Doho yang asri dan sejuk semakin menambah kekhidmatan sekaligus keakraban suasana, sehingga kegiatan berlangsung penuh keceriaan, serta meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.


Kegiatan ditutup dengan upacara penurunan bendera dan pembagian penghargaan bagi regu terbaik. Kwarran Wonogiri memboyong 9 piala dan meraih juara umum tergiat 1, serta beberapa kejuaran lainnya.

Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, selaku Kamabigus, memberikan apresiasi dan mengungkapkan rasa bangganya kepada Pembina Pendamping serta adik-adik dari gudep SMP Negeri 2 Wonogiri yang telah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan semangat dan penuh rasa tanggung jawab. Beliau berharap kegiatan ini menjadi bekal berharga untuk mewujudkan generasi yang tangguh dan berkarakter, dan karakter tersebut berimbas kepada teman-temanya.
