Wonogiri, 30 Agustus 2025 – SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar kegiatan sosialisasi program sekolah dengan melibatkan seluruh guru, orang tua/wali murid, serta pengurus komite sekolah. Acara ini bertujuan memperkuat pemahaman dan kerja sama antara sekolah dan orang tua terkait implementasi program Pembelajaran Mendalam yang menjadi bagian penting dari Kurikulum Merdeka.

Kegiatan dimulai dengan penuh khidmat melalui menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya oleh seluruh hadirin. Suasana semakin semarak ketika dilanjutkan dengan iringan karawitan oleh murid-murid SMP Negeri 2 Wonogiri, yang merupakan hasil dari program ekstrakurikuler Karawitan dengan pembimbing Bapak Sigit Mursito Endrat, wali dari salah satu siswa di sekolah. Penampilan seni semakin lengkap dengan suguhan tari Gambyong yang dibawakan oleh siswi-siswi berbakat, mencerminkan kekayaan budaya Jawa yang terus dilestarikan di lingkungan sekolah.


Acara kemudian berlanjut dengan sambutan dari ketua/pengurus komite sekolah. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat merupakan kunci keberhasilan pendidikan. Komite sekolah juga memberikan apresiasi atas upaya sekolah yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan potensi siswa melalui seni dan budaya.
Selanjutnya, Kepala Sekolah Utami Padri Astuti, Materi utama yang dipresentasikan adalah konsep Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) yang menjadi karakteristik Kurikulum Merdeka. Dalam penjelasan tersebut, guru memaparkan bahwa Pembelajaran Mendalam tidak hanya menekankan pada penguasaan materi, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kolaborasi, serta penguatan karakter siswa melalui pengisian Jurnal Gerakan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH).

Bagian lain yang turut menjadi perhatian adalah program Literasi Budaya. Pihak sekolah menjelaskan bahwa Literasi Budaya akan diintegrasikan sebagai bagian dari pembelajaran sehari-hari, antara lain melalui pengenalan seni lokal, tradisi daerah, serta kegiatan berbasis kearifan lokal Wonogiri. Program ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga, cinta tanah air, serta memperkuat identitas budaya siswa dalam kehidupan modern.
Kegiatan sosialisasi berlangsung interaktif, karena para orang tua diberikan kesempatan untuk berdialog, bertanya, serta memberikan masukan terkait rencana pelaksanaan program. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan dan dukungan yang disampaikan, terutama mengenai bagaimana pembelajaran mendalam dan literasi budaya dapat membantu siswa berkembang lebih optimal baik dalam akademik maupun non-akademik.
Dengan terlaksananya sosialisasi ini, pihak sekolah berharap terjalin kerja sama yang harmonis antara sekolah dan orang tua, sehingga program Pembelajaran Mendalam dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi perkembangan peserta didik baik masa kini maupun masa depan.