Wonogiri – SMP Negeri 2 Wonogiri menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Wonogiri dalam kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah bagi siswa kelas VII. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Kokurikuler Lintas Mata Pelajaran bertema “Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia” yang dilaksanakan pada Selasa, 10 Februari 2026.

Hadir sebagai narasumber, Yunus Ambar Nurwanta dari DLH dan PKP Wonogiri. Beliau menjelaskan secara gamblang tentang definisi sampah dan limbah, jenis-jenisnya, hingga dampaknya terhadap lingkungan apabila tidak dikelola secara bijak.
Yunus mengungkapkan bahwa pengelolaan sampah di Kabupaten Wonogiri telah diatur melalui Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2018. Meski regulasi telah tersedia, tantangan di lapangan masih cukup besar. Data tahun 2024 mencatat, jumlah timbunan sampah di Wonogiri mencapai 127.166 ton. Dari jumlah tersebut, sekitar 44.281 ton berhasil dikelola, sementara 27.309 ton dapat dikurangi berkat peran serta masyarakat.
Menurutnya, persoalan sampah berakar pada rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sisa konsumsi serta minimnya pemilahan sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
“Selama ini praktik pengelolaan sampah masih menggunakan paradigma lama, yaitu kumpul, angkut, buang. Akibatnya, kapasitas TPA dan beberapa TPS hampir penuh atau overload,” jelas Yunus.
Ia menekankan perlunya perubahan paradigma menuju pengelolaan berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Perubahan perilaku dengan disiplin memilah sampah sejak dari sumbernya menjadi kunci utama.
“Yang menghasilkan sampah adalah kita, yang bertanggung jawab mengelola juga kita. Sampahku tanggung jawabku,” tegasnya di hadapan para siswa.
Di akhir pemaparan, Yunus mengajak seluruh peserta untuk mulai menerapkan prinsip 3R dari hal kecil, dari diri sendiri, dan mulai sekarang, serta mengenalkan salam 3R: Reduce, Reuse, Recycle, Nol Sampah.



Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utrami Padri Astuti, menyampaikan komitmen sekolah dalam mendukung program Pemerintah Kabupaten Wonogiri terkait pengelolaan sampah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui gerakan Sihatiku (Bersih Lingkunganku, Sehat Badanku).
Sebagai bentuk nyata, sekolah telah memiliki bank sampah yang berfungsi sebagai sarana pemilahan berdasarkan jenisnya. Sampah anorganik seperti besi, karet, plastik, kaca, styrofoam, dan aluminium dipisahkan untuk dikelola lebih lanjut. Sampah bernilai ekonomis disalurkan kepada pengepul untuk kemudian dikirim ke pabrik daur ulang. Adapun sampah organik, seperti sisa sayur, buah, dan jenis kertas tertentu, diolah melalui proses pengomposan dan fermentasi.
Penerapan prinsip 3R juga dilakukan secara konkret di lingkungan sekolah. Reduce diwujudkan dengan membiasakan siswa membawa tempat makan dan minum dari rumah guna mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Reuse diterapkan melalui pemanfaatan kembali barang bekas, seperti galon bekas yang dijadikan pot tanaman serta pembuatan papan identitas sekolah dari botol plastik dalam bentuk ekobrik.
Sementara itu, Recycle dilaksanakan dengan membuat berbagai kerajinan dari kertas dan plastik bekas. Melalui pembelajaran kokurikuler, siswa juga diajak melakukan aksi nyata, seperti mengolah sampah organik menjadi pupuk organik dan ekoenzim.
Melalui langkah-langkah sederhana namun konsisten tersebut, SMP Negeri 2 Wonogiri menunjukkan bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Edukasi sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang peduli lingkungan dan memiliki kesadaran bahwa menjaga kebersihan serta kelestarian alam merupakan tanggung jawab bersama.