Hari pertama masuk sekolah setelah libur pascalebaran, SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar halal bihalal, Selasa, 16 Mei 2024 bertepatan dengan 7 Syawal 1445 Hijriah. Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dilaksanakan di halaman sekolah. Adena Hayun, perwakilan dari siswa-siswi SMP Negeri 2 Wonogiri, menyampaikan ikrar hahalbihalal yang langsung ditanggapi oleh Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti. Mewakili guru dan karyawan, Utami meminta sekaligus memberikan maaf kepada para siswa, serta memberikan restu untuk bekal melangkah meraih cita-cita menjadi anak-anak yang dapat membanggakan dan membawa nama baik sekolah, masyarakat, maupun keluarga.
“Saling menerima maaf dan memberi maaf menjadikan kita semakin tenang dan semakin bersih hati kita. Insyaallah kita akan menjadi pribadi lebih baik,” kata Utami.
Mengakhiri sambutannya, Utami berpesan agar Idul Fitri 1445 Hijriah dijadikan momentum bagi siswa untuk memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih mandiri, unggul, dan berkarakter mulia sebagaimana profil pelajar Pancasila.
Selanjutnya seluruh siswa dan bapak-ibu guru saling memaafkan dengan berjabat tangan.

Kegiatan dilanjutkan dengan halalbihalal guru dan tenaga administrasi sekolah dengan pengurus komite SMP Negeri 2 Wonogiri. Bertempat di aula SMP Negeri 2 Wonogiri.
Wiyadi. mewakili guru dan tenaga administrasi sekolah menyampaikan permohonon maaf kepada kepala sekolah dan pengurus komite.
“Mari kita melapangkan dada, membuka hati dengan rasa sabar atas rida Allah Swt., meminta maaf dan memberi maaf atas kesalahan dan kekhilafan sesama, baik yang disengaja maupun tidak disengaja,” imbau Wiyadi.
Acara inti adalah tausiyah Ustadz Harum Mirza yang menjabarkan sejarah dan makna halalbihalal. Ustadz Harum Mirza juga mengingatkan akan empat hal yang dilalui manusia yaitu: mati/ maut, jodoh, harta/ rezeki, dan kedudukan atau pangkat. Keempat hal tersebut merupakan rahasia Allah Swt. “Manusia tidak mempunyai kekuatan untuk mengetahui kapan ajalnya tiba. Manusia tidak berdaya mengatur jodohnya. Manusia tidak mampu mengetahui besaran rezekinya. Manusia hanya bisa berusaha, namun tidak bisa memastikan. Semua tergantung kehendak Allah Swt. Kita harus menyerahkan semua urusan kepada Allah,” pesan Usatdz Harum Mirza.
Halal bihalal ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Harum Mirza, dilanjutkan dengan saling berjabat tangan.

