Kam. Mei 14th, 2026

COCOR BEBEK

(Kalanchoe Pinnata)

Cocor bebek adalah tanaman hias yang berasal dari genus Kalanchoe. Tanaman ini terkenal karena metode reproduksinya melalui tunas daun. Cocor bebek memiliki nama latin Kalanchoe Pinnata. Cocor bebek juga memiliki nama lokal, yaitu: Sosor Bebek ( Jawa ), Ceker Itik ( Sunda ), Suru Bebek dan Teres ( Jawa ), serta Sidingin Beueu ( Aceh )

Ciri-ciri tanaman cocor bebek yaitu :

  1. Daun : memiliki bentuk yang khas, yaitu lonjong, tebal, berdaging, dan memiliki tepi
  2. Batang : lunak,beruas,tegak, bersegi empat, berwarna hijau,dan bekas terlihat
  3. Tinggi : cocor bebek dapat tumbuh mencapai 30cm-1m tingginya
  4. Bunga: majemuk, menggantung, dan berwarna merah Kelopak bunga silindris dan berlekatan. Memiliki delapan benang sari dan putik sekitar 4cm, dengan mahkota berbentuk corong.
  5. Buah: berbentuk kotak dan berwarna ungu dengan noda putih
  6. Biji: kecil dan berwarna putih
  7. Akar: tunggang dan berwarna kuning keputihan
  8. Habitat: tumbuh baik di daerah tropis, termasuk Dapat ditemukan di tepi jurang, tepi jalan, dan tempat yang berbatu

Klasifikasi berdasarkan Kriteria:

berdasarkan bentuk dan struktur: batang, daun, bunga, buah, biji, dan akar

berdasarkan fungsi: tanaman hias dan tanaman obat

berdasarkan habitat: tropis dan subtropis

Tabel Klasifikasi:

Nama tanaman Ciri fisik Kategori klasifikasi
Cocor bebek -daun tebal dan berdaging,

-batang segi empat

-bunga:majemuk, menggantung,dan berwarna merah keunguan

-buah:kotak dan berwarna ungu

-akar: tunggang berwarna kuning keputihan

-kingdom

-divison

-class

-order

-family

-genus

-species

 

Analisis dan Kesimpulan:

Tanaman cocor bebek(KALANCHOE PINNATA)memiliki potensi sebagai tanaman obat dengan berbagai khasiat, terutama dalam penyembuhan luka dan perdagangan

Analisis:

Khasiat obat→digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan luka, mengurangi peradangan, dan meradakan demam

-Senyawa aktif→mengandung senyawa kuersetin yang berperan dalam sifat antibakteri dan antiinflamasi

-Metode ekstraksi →menggunakan pelarut aseton, metanol, dan metode maserasi

– Penggunaan Luar → digunakan sebagai alat obat luar dengan cara dilumatkan dan di tempel kan pada luka,bisul,atau memar.

-Penggunaan Dalam → untuk mengatasi nyeri dan inflamasi .

-Reproduksi→ berkembang biak dengan tunas daun atau tunas adventif, yaitu tunas yang tumbuh di luar bagian batang.

Kesimpulan :

Cocor bebek adalah tanaman yang memiliki manfaat ganda, sebagai tanaman obat tradisional dan tanaman hias. Kandungan senyawa aktif dalam daunnya memberikan potensi untuk pengobatan berbagai penyakit, terutama dalam hal penyembuhan luka, pereda nyeri, dan peradangan. Meskipun demikian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi dosis efektif dan potensi efek samping dari pengguna cocor bebek sebagai obat.

KELOMPOK 6:

  1. Rezza Khoirul Annam (22)
  2. Shafa Muthia Azzahra (24)
  3. Yogi Arif Darmawan (28)
  4. Zahifa Zahiya Putri (2G)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *