Ming. Mei 17th, 2026

Siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Wonogiri melaksanakan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)  tema “Gaya Hidup Berkelanjutan”  blok 1,  25 Maret s.d. 30 Maret 2024.

Kegiatan  dibuka oleh Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti. Dalam sambutannya, Utami   mengatakan bahwa   tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” dipilih dengan   tujuan  membangun kesadaran  untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan.

Senin, 25 Maret 2024, siswa mengikuti sosialisasi  tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan. Antonius Kartolo, pemateri pertama, mengupas tentang perubahan iklim, pemanasan global, serta dampak aktivitas manusia terhadap kelangsungan kehidupan dan lingkungan.

“Bumi merupakan satu-satunya planet yang bisa ditinggali oleh manusia, untuk itu perlu dijaga kelestariannya, melalui gaya hidup berkelanjutan. Sangat penting untuk  menciptakan keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan, “ kata Antonius Kartolo.

Pemateri berikutnya, Rina Novi Wulandari dan Arian Sagitaningsih memaparkan  definisi gaya hidup berkelanjutan serta contoh perilaku yang mencerminkan gaya hidup berkelanjutan dan dilanjutkan dengan tutorial pembuatan ecobrick.

Pada hari kedua,  siswa membuat esai “Apa yang Bisa Kita Lakukan untuk Menjaga Bumi?”, kemudian  melakukan kampanye konservasi lingkungan melalui poster. Kedua kegiatan ini untuk melatih siswa   bernalar kritis.

Pada hari ketiga, siswa praktik membuat ecobrick. Sampah  plastik kering  digunting kecil-kecil, kemudian dimasukkan dalam botol aqua 600 ml dan dipadatkan dengan menggunakan kayu atau stick. Setelah padat, botol plastik dicat sesuai warna yang diinginkan dan dijemur sampai kering. Selanjutnya,  ecobrick disusun dalam kerangka besi membentuk tulisan ”I Love Esperow“ yang cantik dan menjadi spot foto yang menarik.

Wiyadi, Ketua Tim Adiwiyata SMP Negeri 2 Wonogiri, mengatakan bahwa ecobrick merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka menumbuhkan kesadaran peserta didik agar tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu, untuk melatih kreativitas siswa dalam mengolah limbah dan mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar.

Siswa mengikuti seluruh kegiatan dengan antusias. Mereka tetap ceria dan bersemangat, meski  kegiatan mereka laksanakan  di tengah menjalankan ibadah puasa.

Askanah Zahra, siswa kelas VIII H, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini.

“Kami senang bisa berpartisipasi. Meski kecil, ini merupakan hal nyata yang bisa kami lakukan untuk menyelamatkan bumi,” kata Askanah.

Kegiatan ini mendapat apresiasi dari banyak pihak. Nur Wdhi Hastuti, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, menyatakan bahwa ecobrick karya  siswa sangat memuaskan dan akan dijadikan evaluasi untuk projek berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *