Ming. Mei 17th, 2026

 

SMP Negeri 2 Wonogiri berkomitmen untuk bersih narkoba dan stop narkoba. Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah bekerja sama dengan BNN untuk mengadakan sosialisasi pencegahan penyalahgunaan narkoba, Selasa (7/5/2024). Sosialisasi diikuti oleh seluruh siswa kelas VIII, bertempat di aula SMP Negeri 2 Wonogiri.

Kegiatan menghadirkan narasumber, Kepala BNN Surakarta, AKBP I Gede Nakti Widhiarta, S.I.K. Beliau menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkoba demikian masif, tidak mengenal umur, dari usia TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. Fakta hukum menyatakan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak mengenal status sosial. Semua bisa menjadi pecandu narkoba. Untuk itu, perlunya sosialisasi agar siswa benar-benar mengetahui bahaya mengonsumsi narkoba. Tahu tentang narkoba untuk menghindari, bukan untuk mencoba. Apalagi pengedaran narkoba mulai menyasar lingkungan sekolah. Modus pengedaran narkoba dijual dengan cara dicampurkan ke dalam makanan dan minuman yang sering dikonsumsi anak-anak sekolah seperti permen dan kue kering. Untuk itu, siswa perlu  waspada dan berhati-hati.

“Jangan membeli makanan di tempat-tempat yang tidak jelas. Kalau ada orang yang  tidak dikenal menawarkam makanan dan minuman yang tidak jelas asal usulnya, kita harus waspada, “ pesan Nakti.

Menurut Nakti,  seseorang mengonsumsi narkoba karena berbagai alasan. Dibujuk teman, stress, dijebak, dan coba-coba. Faktor paling banyak adalah coba-coba.

Nakti memberikan tips untuk menghindari narkoba yaitu dengan cara meningkatkan keimanan dan ketagwaan, menyiapkan mental untuk menolak bila ditawari narkoba, berhati-hati dalam bergaul untuk proteksi diri, meningkatkan prestasi untuk mewujudkan cita-cita, dan melakukan kegiatan positif. Hal  tersebut dapat membentengi diri dari narkoba dan ikut berpartisipasi dalam penurunan angka pengguna narkoba terutama di kalangan remaja.

“Tolong diingat! Generasi penerus untuk melanjutkan estafet pembangun, mempunyai potensi yang sangat luar biasa. Saya tidak mau dan tidak mengharapkan menjadi salah korban penyalahgunaan narkoba. Karena ketika seseorang sudah menggunakan narkoba, endingnya masuk rumah sakit, ditangkap polisi, dan masuk kuburan,” pesan Nakti.

Untuk membentengi diri dari narkoba, Nakti menekankan pentingnya memiliki regulasi diri, yaitu kemampuan mengelola pikiran dan emosi. Selain itu, remaja harus  mempunyai prinsip dan tujuan hidup yang jelas. Jika mempunyai masalah, jangan dipendam sendiri. Meminta pendapat pada orang yang bisa  dipercaya memberi solusi, bukan kepada orang yang tak dikenal yang bisa menyesatkan.

Lalu, apa yang yang harus dilakukan bila ada keluarga, kerabat, atau tetangga yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba? Nakti memberikan solusi yaitu dengan cara melaporkan kepada kader penyuluh narkoba,  Pengurus RT/ RW setempat,  instusi penerima wajib lapor, yayasan rehabilitasi, atau BNN setempat. Kepada korban penyalahgunaan narkoba dan keluarganya, kita dukung  untuk rehabilitasi.

Salah satu peserta sosialisasi, Adena, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat bermanfat.

“Saya jadi tahu dampak buruk narkoba, serta bagaimana cara mencegah, melindungi, dan membentengi diri dari penyalahgunaan narkoba,” kata Adena.

Menutup kegiatan, Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti  mengajak seluruh warga sekolah  berkomitmen mewujudkan  “SMP Negeri 2 Wonogiri Bersinar,  Bersih Narkoba, Stop Narkoba!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *