Ming. Mei 17th, 2026

Dalam rangka memperingati Hari Kesiapksiagaan Bencana (HKB) 2025, SMP Negeri 2 Wonogiri menggelar serangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi, edukasi, dan  kampanye. Kegiatan ini melibatkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan serta seluruh siswa kelas 8 siswa  SMP Negeri 2 Wonogiri.

Kegiatan diawali  dengan pembuatan poster dengan tema kesiapsiagaan bencana, Sabtu, 19 April 2025.  Secara berkelompok, siswa mempersiapkan poster sesuai tema yang akan diusung saat kampanye.

Kampanye dilaksanakan Rabu, 23 April 2025. Peserta melakukan long march dari SMP Negeri 2 Wonogiri menuju lapangan Bantarangin sambil membentangkan  poster. Sepanjang jalan, siswa  meneriakkan yel-yel kelas masing-masing.

Di Lapangan Bantarangin, perwakilan masing-masing kelas melakukan orasi.  Fayyad Narrayan Arbi, perwakilan dari kelas 8F, menyampaikan materi kebakaran hutan. Dalam orasinya, Arbi  menyampaikan bahwa Indonesia rawan kebakaran hutan karena Indonesia negara tropis yang mempunyai banyak hutan. Pada tahun 2023 saja, tercatat lebih dari 100 ribu hektar kebakaran hutan di Indonesia. Asap kebakaran hutan sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak dan lansia.

“Marilah kita hindari kebakaran hutan dengan cara memberikan edukasi pada orang-orang terdekat, terutama teman dan keluarga tentang bahaya kebakaran hutan. Marilah kita jaga hutan kita karena hutan paru-paru dunia,” pesan Arbi disambut applaus dari teman-temannya.

Muhammad Faisal dari kelas 8G, mengambil tema tanah longsor. Menurut Faisal,  bencana tanah longsor sering dianggap sepele, namun nyatanya sering memakan banyak korban dan pemukiman. Bencana longsor tidak datang tiba-tiba. Ada tanda-tanda yang dapat kita kenali, seperti: curah hujan yang tinggi, retakan tanah, dan  pohon-pohon yang miring.

 “ Hari ini kita hentikan kelalaian. Hari ini kita jadikan sebagai titik balik sebagai masyarakat yang lebih peduli, tangguh dan sabar menghadapi bencana,” ajak Faisal mengakhiri orasinya.

Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti memberikan apresiasi terhadap kegiatan ini. Dalam sambutannya, Utami mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari Program Satuan Pendidikan Aman Bancana (SPAB) yang digalakkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Utami berharap melalui kegiatan ini warga sekolah memiliki kesadaran tinggi, kesiapsiagaan menghadapi bencana sejak didini, serta  mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *