Ming. Mei 17th, 2026

Pembelajaran kokurikuler di SMP Negeri 2 Wonogiri dilaksanakan melalui tiga bentuk kegiatan utama, yaitu: Pembelajaran Lintas Disipilin Ilmu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat (KAIH), serta cara lain yang dirancang berdasarkan keunikan lokal, nilai-nilai khas satuan pendidikan, potensi yang berkembang di masyarakat sekitar, dan kekayaan  nilai budaya atau sosial.

Untuk kelas 7, kegiatan kokurikuler kolaboratif lintas disiplin ilmu dikemas dalam bentuk blok atau pekan. Sebelumnya, Koordinator Kokurikuler bersama guru mapel melakukan analisis untuk mengidentifikasi profil lulusan yang masih memerlukan penguatan, kemudian membuat perencanaan kegiatan kokurikuler.

Blok 1 dilaksanakan 19 s.d. 23 Agustus 2025, mengambil tema “Generasi Sehat dan Bugar”,  terkait dengan mata pelajaran IPA, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Agama & Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, dan Prakarya. Rangkaian aktivitas pembelajaran  berfokus pada pengembangan Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Kesehatan, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, dan Komunikasi.

Hari pertama, siswa melakukan studi literatur tentang fungsi nutrisi bagi kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan “Identifikasi Bekalku”,  mengidentifikasi kandungan gizi dalam bekal makan siang masing-masing. Hasil identifikasi  digunakan untuk menilai apakah makanan yang dikonsumsi sudah memenuhi kebutuhan gizi atau belum.

Hari kedua, siswa kembali melakukan studi literatur, kali ini tentang pentingnya olah raga dan nutrisi bagi kesehatan fisik dan mental. Selanjutnya, mereka  menghitung kebutuhan gizi harian berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan aktivitas fisik, lalu menyusun menu harian sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Hasil perencanaan menu harian dipresentasikan  secara berkelompok.

Hari berikutnya, aktivitas siswa bersifat praktikal, berkreasi membuat makanan dan minuman  berbahan dasar buah-buahan, yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menarik dari segi tampilan.

Hari keempat, aktivitas yang bersifat advokasi, siswa mengikuti  sosialisasi  pencegahan bullying. Narasumber, Sumarno,  memaparkan secara mendalam mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perilaku yang termasuk bullying, dampaknya, serta strategi untuk mencegah dan menghindari bullying, baik sebagai pelaku maupun korban.

Hari terakhir, siswa yang  beragama Islam  membuat kaligrafi petikan Quran Surah Al-Hujurat yang  memuat larangan bullying, sedangkan  siswa nonmuslim, membuat poster, kemudian dipresentasikan sebagai bentuk kampanye pencegahan bullying di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, mengatakan  bahwa kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan  untuk penguatan, pendalaman, dan pengayaan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.

“Kokurikuler bertujuan untuk mendukung tercapainya delapan profil lulusan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Saya berharap pembelajaran kokurikuler ini  memberikan dampak nyata   dalam penguatan karakter siswa, ” ujar Utami.

Studi Literatur Fungsi Nutrisi bagi Kesehatan
Membuat Makanan & Minuman Berbahan Dasar Buah

Sosialisasi Antibullying
Membuat Kaligrafi
Kampanye Antibullying Melalui Poster

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *