Pembelajaran kokurikuler di SMP Negeri 2 Wonogiri dilaksanakan melalui tiga bentuk kegiatan utama, yaitu: Pembelajaran Lintas Disipilin Ilmu, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Sehat (KAIH), serta cara lain yang dirancang berdasarkan keunikan lokal, nilai-nilai khas satuan pendidikan, potensi yang berkembang di masyarakat sekitar, dan kekayaan nilai budaya atau sosial.
Untuk kelas 7, kegiatan kokurikuler kolaboratif lintas disiplin ilmu dikemas dalam bentuk blok atau pekan. Sebelumnya, Koordinator Kokurikuler bersama guru mapel melakukan analisis untuk mengidentifikasi profil lulusan yang masih memerlukan penguatan, kemudian membuat perencanaan kegiatan kokurikuler.
Blok 1 dilaksanakan 19 s.d. 23 Agustus 2025, mengambil tema “Generasi Sehat dan Bugar”, terkait dengan mata pelajaran IPA, Pendidikan Jasmani, Pendidikan Agama & Budi Pekerti, Bahasa Indonesia, dan Prakarya. Rangkaian aktivitas pembelajaran berfokus pada pengembangan Dimensi Profil Lulusan: Penalaran Kritis, Kesehatan, Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, dan Komunikasi.
Hari pertama, siswa melakukan studi literatur tentang fungsi nutrisi bagi kesehatan. Kegiatan dilanjutkan dengan “Identifikasi Bekalku”, mengidentifikasi kandungan gizi dalam bekal makan siang masing-masing. Hasil identifikasi digunakan untuk menilai apakah makanan yang dikonsumsi sudah memenuhi kebutuhan gizi atau belum.
Hari kedua, siswa kembali melakukan studi literatur, kali ini tentang pentingnya olah raga dan nutrisi bagi kesehatan fisik dan mental. Selanjutnya, mereka menghitung kebutuhan gizi harian berdasarkan usia, jenis kelamin, berat badan, tinggi badan, dan aktivitas fisik, lalu menyusun menu harian sesuai dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG). Hasil perencanaan menu harian dipresentasikan secara berkelompok.
Hari berikutnya, aktivitas siswa bersifat praktikal, berkreasi membuat makanan dan minuman berbahan dasar buah-buahan, yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menarik dari segi tampilan.
Hari keempat, aktivitas yang bersifat advokasi, siswa mengikuti sosialisasi pencegahan bullying. Narasumber, Sumarno, memaparkan secara mendalam mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perilaku yang termasuk bullying, dampaknya, serta strategi untuk mencegah dan menghindari bullying, baik sebagai pelaku maupun korban.
Hari terakhir, siswa yang beragama Islam membuat kaligrafi petikan Quran Surah Al-Hujurat yang memuat larangan bullying, sedangkan siswa nonmuslim, membuat poster, kemudian dipresentasikan sebagai bentuk kampanye pencegahan bullying di lingkungan sekolah.
Kepala SMP Negeri 2 Wonogiri, Utami Padri Astuti, mengatakan bahwa kegiatan kokurikuler ini dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan pengayaan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi, terutama penguatan karakter.
“Kokurikuler bertujuan untuk mendukung tercapainya delapan profil lulusan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Saya berharap pembelajaran kokurikuler ini memberikan dampak nyata dalam penguatan karakter siswa, ” ujar Utami.





